BI: Dana Asing yang Masuk RI Capai Rp 154 Triliun per Akhir Juni

Besarnya dana asing masuk ke Indonesia ini akan menjadi salah satu penopang penguatan rupiah terhadap dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
28 Juni 2019, 20:30
aliran modal masuk juni
Arief Kamaludin (Katadata)
Ilustrasi. BI mencatat aliran dana asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 154 triliun sejak awal tahun hingga 27 Juni 2019.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengungkapkan, aliran dana asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia mencapai Rp 154 triliun sejak awal tahun hingga 27 Juni 2019. Ia menilai, tingginya aliran dana asing masuk ke Indonesia ini menunjukkan kepercayaan investor.

"Pada minggu keempat Juni, terlihat perkembangan dana asing masuk ke arah positif, sebesar Rp 154 triliun sejak awal tahun (year to date/ytd)," kata dia di Komplek BI, Jakarta, Jumat (28/6).

Ia mencatat, aliran modal masuk yang paling besar yakni melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham. Dana asing yang masuk ke SBN mencapai Rp 90 triliun. Sedangkan modal masuk melalui pasar saham sebesar Rp 60 triliun. Sisanya, dana asing masuk melalui Sertifikat BI (SBI).

(Baca: Investor Asing Belanja Saham Rp 421 Miliar, IHSG Naik 1,18%)

Advertisement

Dilihat dari sisi investasi saham, menurutnya kepercayaan investor asing terhadap kinerja emiten Tanah Air cukup besar. “Tentunya, investor akan memperhatikan earning (keuntungan) daripada isu korporasi,” kata dia.

Selain itu, menurutnya investor akan mengkaji pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagaimana diketahui, ekonomi Indonesia tumbuh 5,07% pada Kuartal I 2019. Pertumbuhan itu meningkat tipis dibanding periode sama tahun lalu, yang sebesar 5,06%.

Lalu, menurut dia, investor tertarik dengan imbal hasil SBN yang ditawarkan pemerintah. Hal itu terlihat dari tingginya aliran modal masuk melalui SBN.

(Baca: Investor Lirik RI, Dana Asing Masuk ke SBN Rp 3,5 Triliun dalam 3 Hari)

Dody menjelaskan, besarnya aliran modal masuk ini menjadi salah satu faktor penguat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada bulan ini. Meski begitu, perkembangan nilai tukar rupiah juga akan dipengaruhi oleh hasil negosiasi antara AS dan Tiongkok terkait perang dagang.

Rencananya, negosiasi dagang antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan digelar disela-sela pertemuan KTT G-20 di Osaka, Jepang. Dody mengatakan, ada sinyal positif atas perkembangan terakhir seputar pertemuan tersebut. Kendati begitu, BI akan terus memantau perkembangan ekonomi dunia.

Mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate BI, nilai tukar rupiah pada Jumat (28/6) rata-rata diperdagangkan Rp 14.141 per dolar AS. Level rupiah tersebut menguat dibanding perdagangan Kamis (27/6), Rp 14.180 per dolar AS.

(Baca: Dipengaruhi Faktor Global, Rupiah Cuma Menguat Tipis Pasca Putusan MK)

Grafik:

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait