XL Axiata Optimistis Raup Untung Tahun Ini

XL Axiata mengalokasikan belanja modal Rp 7,5 triliun untuk membangun jaringan baik 4G maupun 5G.
Image title
29 April 2019, 16:07
XL Axiata rugi laba bersih, 4G, 5G,
Cindy Mutia Annur/Katadata
Jajaran pimpinan XL Axiata usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Senin (29/4).

Perusahaan telekomunikasi XL Axiata mencatatkan rugi Rp 3,3 triliun pada 2018. Tahun ini, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini optimistis perusahaannya bakal meraup untung

Untuk bisa mendulang untung, XL Axiata fokus pada efisiensi biaya. Caranya, XL Axiata bakal lebih ketat mengatur pengeluaran pada tahun ini. "Target bottom line (laba bersih) tahun ini tentu saja profit, tetapi kami tidak bisa sebut estimasinya," ujar Dian di kantornya, Jakarta, Senin (29/4).

(Baca: XL Axiata Tunggu Aturan Spektrum Frekuensi Sebelum Lakukan Konsolidasi)

Perusahaan juga fokus meningkatkan pendapatannya supaya bisa untung. Setidaknya XL Axiata menargetkan pendapatan lebih dari rerata industri yang tumbuh empat hingga lima persen sepanjang tahun lalu. Pada 2018, XL Axiata pun membukukan pendapatan Rp 22,9 triliun.

Untuk meningkatkan pendapatan, XL Axiata fokus membangun jaringan di luar Pulau Jawa. XL Perusahaan menyiapkan  belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 7,5 triliun untuk membangun jaringan. Alokasi tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp 6,8 triliun.

(Baca: XL Axiata Target 92% Jaringannya Siap untuk Layanan 4G)

XL Axiata menargetkan layanan 4G-nya bisa mencakup 92% penduduk Indonesia pada tahun ini. Selain itu, setengah dari belanja modal perusahaan digunakan untuk membangun jaringan simplified transport guna mengimplementasikan 5G.

Jaringan simplified transport itu akan mendukung fiberisasi seluruh jaringan milik perusahaan. Fiberisasi bisa meningkatkan kualitas jaringan. “Alokasi anggaran ini kami fokus untuk menggelar serat optik langsung sebagai backbone,” ujar Dian.

(Baca: XL Axiata Gandeng Huawei untuk Perkuat Kualitas Jaringan)

Untuk membangun jaringan simplified transport, XL Axiata menggunakan solusi Optical Networking 2.0 dari Huawei. Solusi ini diklaim bisa membantu XL Axiata mengatasi seluruh tuntutan konektivitas di era 5G. Sebab, pita lebarnya 10 kali lebih luas, tingkat latensi turun hingga sepersepuluh kali, dan jumlah koneksi meningkat hingga 100 kali. Kompleksitas jaringan juga diprediksi meningkat hingga 10 kali lipat.

Direktur XL Axiata Yessie Dianty Yosetya menambahkan, perusahaan sudah melakukan uji coba layanan 5G menggunakan tiga frekuensi yakni 15, 28, dan 60 giga hertz pada Agustus 2018. “Ketiga frekuensi itu sedang didiskusikan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo),” ujarnya.

(Baca: Huawei Proyeksi 2,8 Miliar Orang Akan Adopsi 5G pada 2025)

Reporter: Cindy Mutia Annur, Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait