Rupiah Menguat Ditopang Perkembangan Vaksin Corona Rusia & Indonesia

Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Namun, perkembangan vaksin virus corona di Rusia dan Indonesia mendorong penguatan rupiah.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
12 Agustus 2020, 09:36
Rupiah Menguat Ditopang Perkembangan Vaksin Corona Rusia & Indonesia
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Ilustrasi, petugas menunjukkan angka pada kalkulator di tempat penukaran uang Dolarindo, Melawai, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Nilai tukar rupiah pada pasar spot dibuka menguat 0,27% ke level Rp 14.640 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini (12/8). Penguatan ini ditopang oleh sentimen positif dari perkembangan penemuan vaksin virus corona di Rusia dan Indonesia.

Selain rupiah, hanya rupee India yang menguat 0,16%. Dolar Hong Kong pun cenderung stagnan.

Sedangkan mayoritas mata uang Asia justru melemah. Dikutip dari Bloomberg, yen Jepang turun 0,15%, dolar Singapura 0,09%, won Korea Selatan 0,03%, peso Filipina 0,06%, yuan Tiongkok 0,14%, ringgit Malaysia 0,21%, dan baht Thailand 0,08%.

Direktur Riset Center Of Reform on Economics Piter Abdullah Redjalam memperkirakan rupiah terus menguat pada hari ini. Setidaknya bergerak di kisaran Rp 14.650-Rp 14.750 per dolar AS.

"Berita baik terkait penemuan vaksin virus corona di Rusia, Tiongkok dan di dalam negeri yang menjadi sentimen," kata Piter kepada Katadata.co.id, Rabu (12/8).

Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim, negaranya menjadi yang paling pertama mendapatkan vaksin Covid-19 di dunia. Otoritas kesehatan negara itu telah memberikan lampu hijau kepada kandidat vaksin yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow.

Putin mengatakan, vaksin itu aman digunakan sebagai penangkal Covid-19. Bahkan dia menyatakan, putrinya telah diinjeksi serum antivirus terbaru itu dan berdampak positif.

Di dalam negeri, pemerintah memastikan tak hanya bergantung pada produksi vaksin virus corona yang dikembangkan oleh PT Bio Farma (Persero) dan Sinovac Biotech Ltd. Pemerintah tetap mencari vaksin Covid-19 yang bisa lebih cepat diproduksi secara massal.

Berita baik soal vaksin itu memunculkan keberanian bagi para investor untuk masuk ke aset berisiko, termasuk menanamkan modalnya di portofolio investasi Indonesia. "Ini sudah terlihat dengan cukup tingginya pembeli surat utang pemerintah," ujarnya.

Kemarin, pemerintah berhasil meraup dana Rp 22 triliun dari 7 seri surat utang negara. Adapun penawaran yang masuk sangat tinggi yakni Rp 106,1 triliun.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait