Pasar Respons Positif Indikasi Pemulihan Ekonomi Dunia, Rupiah Menguat

Rupiah dan mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Analis menilai, pasar merespons positif indikasi pemulihan ekonomi global.
Agatha Olivia Victoria
13 Agustus 2020, 09:37
Pasar Respons Positif Indikasi Pemulihan Ekonomi Dunia, Rupiah Menguat
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Karyawan menghitung uang rupiah di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (18/5/2020).

Nilai tukar rupiah pada pasar spot menguat 0,13% ke level Rp 14.742 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (13/8). Mayoritas mata uang Asia juga menguat pagi ini.

Dikutip dari Bloomberg, yen Jepang naik 0,15%, dolar Hong Kong 0,01%, dolar Singapura 0,04%, dan dolar Taiwan 0,2%. Begitu juga dengan won Korea Selatan menguat 0,08%, peso Filipina 0,05%, ringgit Malaysia 0,14%, dan baht Thailand 0,02%.

Hanya rupee India dan yuan Tiongkok yang melemah masing-masing 0,07% dan 0,05%.

Advertisement

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat positif pada pagi ini. Indeks saham Asia bergerak menguat karena mengikuti penguatan yang terjadi di pasar AS semalam.

Mata uang di negara-negara yang pasarnya tengah berkembang atau emerging markets juga menguat terhadap dolar AS pada pagi ini. "Hari ini pasar mungkin merespons positif indikasi pemulihan ekonomi global," kata Tjendra kepada Katadata.co.id, Kamis (13/8). Harapan pemulihan ini setelah ekonomi kuartal kedua sejumlah negara tumbang, termasuk Indonesia, seperti terlihat dalam Databaoks di bawah ini: 

Di sisi lain, ia menilai pasar masih berekspektasi positif terhadap persetujuan paket stimulus kedua AS. Harapannya, paket itu bisa membantu pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam di tengah pandemi corona.

Hingga saat ini, petinggi senat AS dari Partai Republik dan Demokrat mengkritik satu sama lain terkait kebijakan stimulus ekonomi. Hal itu menyebabkan pembahasan mengenai paket baru tak berlanjut. Padahal, stimulus itu terkait tunjangan bagi puluhan juta masyarakat AS yang kehilangan pekerjaan selama pandemi Covid-19.

Indeks dolar AS pun melemah 0,18% ke level 93.27. Di Indonesia, Tjendra menilai rupiah berpotensi menguat ke posisi Rp 14.650-14.850 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait