Pasar Dibayangi Lonjakan Kasus Corona Global, Rupiah Dibuka Melemah

Agatha Olivia Victoria
31 Mei 2021, 09:47
Pasar Dibayangi Lonjakan Kasus Corona Global, Rupiah Dibuka Melemah
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Nilai tukar rupiah dan dolar

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,1% ke level Rp 14.300 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pasar spot pagi ini, Senin (31/5). Analis menilai, pelemahan ini karena pasar khawatir akan kenaikan kasus positif Covid-19 di beberapa negara.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, kenaikan kasus positif virus corona mendorong beberapa negara menerapkan karantina wilayah atau lockdown, termasuk Malaysia. "Ini bisa menghambat pemulihan ekonomi," kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (31/5).

Berdasarkan data Worldometers, kasus positif corona secara global bertambah 1.768 menjadi 171,02 juta per Pukul 09.00 WIB. Kasus aktif sebanyak 14,17 juta.

Total kematian akibat virus corona 3,56 juta. Sedangkan 153,29 juta orang sembuh.

Otoritas kesehatan di Vietnam pun mendeteksi varian virus corona hibrida yang merupakan kombinasi dari varian Covid-19 India dan varian Inggris. Varian ini disebutkan menular dengan cepat melalui udara.

Lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengidentifikasi empat varian SARS-CoV-2 yang menjadi perhatian global. Ini termasuk varian yang muncul pertama kali di India, Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

Meski begitu, Ariston menilai bahwa rupiah masih berpotensi melanjutkan penguatan pada hari ini. Sebab, aliran dana asing masuk ke Indonesia mencapai Rp 6,13 triliun selama sepekan terakhir.

Ia menilai, asing mungkin memanfaatkan potensi pemulihan ekonomi di Indonesia saat pandemi corona, untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. "Rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp 14.260 atau melemah di leval Rp 14.320 per dolar AS," ujar Ariston.

Sedangkan mayoritas mata uang Asia menguat pagi ini. Dikutip dari Bloomberg, yen Jepang naik 0,15%, dolar Hong Kong 0,01%, dolar Singapura 0,03%, dolar Taiwan 0,19%, won Korea Selatan 0,08%, peso Filipina 0,12%, rupee India 0,21%, dan yuan Tiongkok 0,05%.

Ringgit Malaysia melemah 0,13% dan baht Thailand 0,01%.

Indeks dolar AS pun ikut melemah 0,04% ke level 89.99 pada pagi ini. Dengan demikian, mayoritas mata uang utama perkasa terhadap dolar AS seperti euro, pound Inggris, dolar Australia, dan franc Swiss.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait