IHSG Hari Ini Diramal Tertekan Lagi, Ini Rekomendasi Saham Analis

IHSG ditutup melemah kemarin, meski data neraca perdagangan Agustus menunjukkan surplus US$ 4,47 miliar. Analis memperkirakan, indeks kembali tertekan karena minim sentimen.
Image title
16 September 2021, 06:22
saham, ihsg
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Pekerja mengambil foto layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,31% ke level 6.110 pada perdagangan Rabu (15/9),  meski neraca perdagangan Agustus surplus US$ 4,47 miliar. Analis memperkirakan, indeks kembali tertekan hari ini.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG terlihat masih akan bergerak melemah. Berdasarkan analisis secara teknikal, rentang pergerakan indeks ada di level 5.969 dan 6.202.

William mengatakan, IHSG hingga saat ini terlihat masih berada dalam fase konsolidasi jangka panjang Ini karena minim sentimen yang dapat memicu kenaikan IHSG. Sedangkan arus modal masuk belum terlihat akan meningkat signifikan.

"Hal ini cukup menjadi tantangan untuk dapat mendorong kenaikan indeks. IHSG hari ini masih berpotensi terkonsolidasi," kata William dalam riset tertulis, dikutip Kamis (16/9).

Ada sejumlah saham yang menurutnya layak untuk diperhatikan oleh investor pasar modal hari ini, di antaranya Astra Agro Lestari (AALI), Indofood Sukses Makmur (INDF), Telkom Indonesia (TLKM), dan Wijaya Karya (WIKA).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menilai, IHSG hari ini berpotensi melemah dengan rentang support 6.098 dan 6.086. Sedangkan area resistance diperkirakan 6.136 dan 6.123.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Biasanya, setelah saham menyentuh level ini, akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

"Pergerakan pasar saham masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana tapering off The Fed. Pergerakan juga akan didorong jumlah kasus Covid-19 yang menurun signifikan," kata Dennies.

Ia merekomendasikan saham Kalbe Farma (KLBF) dan Surya Citra Media (SCMA) untuk tahan, jika sudah beli. Indikator teknikal netral dan sentimen netral.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait