IHSG Berpotensi Naik, Analis Rekomendasikan Saham Bank hingga Tambang

IHSG dinilai berpotensi menguat hari ini. Namun indikator MACD menunjukkan bahwa indeks dalam tren melemah. Analis pun merekomendasikan beberapa saham.
Image title
2 Desember 2021, 07:44
saham, ihsg, bank, tambang
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Petugas kebersihan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/5/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada hari ini (2/12), walaupun ditutup melemah selama dua hari berturut-turut. Namun demikian, indikator moving average convergence/divergence (MACD) masih menunjukkan bahwa indeks dalam tren bearish atau melemah.

MACD adalah indikator dalam analisis teknikal yang menggambarkan hubungan antara dua moving average dalam tren harga aset. Sedangkan moving average  merupakan rerata harga, baik pembukaan atau penutupan perdagangan setiap harinya, yang digambarkan dalam sebuah garis tren.

IHSG pun ditutup turun 100 poin dari 6.608 pada Selasa (30/11) ke level 6.507 pada perdagangan kemarin (1/12). "Apabila IHSG menembus ke bawah (level) 6.480, akan menjadi peluang terbentuknya koreksi yang lebih dalam setelah adanya rebound pendek," kata Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova dalam riset, Kamis (2/12). 

Advertisement

Namun, IHSG dapat kembali tumbuh jika bertahan di atas level support 6.480. Ia memperkirakan, indeks berada pada titik support 6.480, 6.464, dan 6.375 hari ini. Sedangkan resistance ada di level 6.652, 6.697, dan 6.754. 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali tumbuh karena peningkatan pembelian. Jika harga terus melemah, harga bakal terus menurun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar  hingga laju pertumbuhan harga tertahan. 

Ivan merekomendasikan hold atau buy on weakness pada empat emiten, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). 

Ia memprediksi ASII, BBNI, dan KLBF memasuki kondisi bearish hari ini. Sedangkan BRPT berpeluang memasuki tren bullish atau penguatan jika ditutup di atas level 880 dari posisi saat ini 925. 

Investor juga dianjurkan untuk melakukan hold atau trading buy pada emiten PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Sebab, harga emiten ini diproyeksi terus menguat ke level 4.120 dari posisi saat ini 3.710, jika tidak turun ke awa posisi 3.500. 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait