Kedatangan Tahap ke-36, Lima Juta Vaksin Jadi Tiba di Tanah Air

Image title
Oleh Dicky Christanto W.D - Tim Publikasi Katadata
14 Agustus 2021, 09:05
Pemerintah kembali terima 5 juta dosis vaksin CoronaVac produksi Sinovac pada Jumat (13/8/2021). (Kominfo/KPC PEN)
KC PEN
Pemerintah kembali terima 5 juta dosis vaksin CoronaVac produksi Sinovac pada Jumat (13/8/2021). (Kominfo/KPC PEN)

Jakarta- Indonesia kembali mendatangkan vaksin Covid-19, yakni 5 juta dosis vaksin CoronaVac produksi Sinovac dalam bentuk vaksin jadi dalam kemasan vial berisi 1 mililiter (2 dosis) pada Jumat (13/8/2021). Tambahan vaksin ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok vaksin Covid-19 di Indonesia. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dr. Penny K. Lukito, MCP mengatakan bahwa saat ini, total vaksin yang telah didatangkan ke Indonesia mencapai lebih dari 185 juta atau mendekati angka 200 juta dosis.

 "Pemerintah berupaya penuhi stok vaksin untuk program vaksinasi nasional," ujar Penny. Dia menambahkan, mulai Agustus ini, program vaksinasi nasional telah diperluas dan dipercepat dengan target 2 juta dosis per hari.

Hingga hari ini, lebih dari 50 juta orang di Indonesia telah mendapatkan vaksinasi. "Itu artinya program vaksinasi kita sudah mencapai sekitar 25 persen dari target atau sasaran vaksinasi yang mencapai 208 juta penduduk Indonesia untuk bisa membangun herd immunity atau kekebalan kelompok," ujarnya. Penny juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi, khususnya kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, aparat TNI dan Polri, tenaga kesehatan dan para relawan yang ikut mendukung percepatan vaksinasi di Indonesia.

 Dia juga mengajak seluruh elemen bangsa terus bangun optimisme bersama dengan terus mendukung langkah-langkah strategis pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19. "Sehingga kita dapat segera mencapai herd immunity dan keluar dari pandemi Covid-19," ujar Penny. Selanjutnya, Penny menjelaskan bahwa pihaknya selalu melakukan pengujian dan mengkaji terhadap semua vaksin yang masuk ke Indonesia. BPOM juga menjamin bahwa semuanya adalah aman, berkhasiat dan bermutu.

"Semua vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari BPOM, yaitu izin penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Authorization (EUA)," ujarnya

Dia menjelaskan, dalam proses pengkajian untuk menilai khasiat dan keamanan vaksin Covid-19, BPOM melakukannya bersama tim ahli Komite Nasional Penilai Obat, Indonesian Technical Advisory on Immunization (ITAGI), dan para Ahli terkait lainnya.

Terkait dengan EUA, lanjut Penny, hingga saat ini, BPOM telah memberikan persetujuan penggunaan pada masa darurat kepada enam jenis vaksin Covid-19, yaitu CoronaVac, vaksin Covid-19 (produksi Bio Farma – Sinovac), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Comirnaty (Pfizer). Sebelum didistribusikan dan digunakan, BPOM melakukan pengawalan mutu terhadap setiap batch vaksin yang sudah mendapatkan EUA tersebut melalui sampling dan pengujian di Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan.

Tidak hanya itu, Penny mengatakan, BPOM juga terus mengawasi jalannya vaksinasi di Indonesia agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dapat berjalan lancar dan aman, melalui kegiatan pengawasan pasca disetujui suatu EUA vaksin Covid-19. "Kami melakukan kegiatan pengawasan di jalur distribusi hingga pelayanan kesehatan dan juga melakukan sampling dan pengujian dalam rangka pengawasan mutu serta surveilan keamanan vaksin atau pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bersama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan seluruh Indonesia," papar Penny.

Kalaupun terinfeksi, lanjutnya, vaksinasi dapat mengurangi risiko sakit berat yang bisa diakibatkan virus Covid-19 yang terus bermutasi ini.

 "Selain vaksinasi, yang tidak boleh dilupakan adalah disiplin pada protokol kesehatan dengan menjalankan protokol kesehatan, terutama memakai masker dan mematuhi aturan pembatasan mobilitas yang ditetapkan pemerintah," kata Penny.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait