Telkom Kawal Akselerasi Ekosistem Ekonomi Digital

Telkom juga tengah menggenjot digitalisasi lewat pembangunan berbagai infrastruktur yang mampu menjangkau lokasi terluar, terdepan dan terpencil (3T).
Dicky Christanto W.D
Oleh Dicky Christanto W.D - Tim Publikasi Katadata
8 Juli 2022, 16:00
Angkringan digital yang menjadi tenan favorit masyarakat menemani internetan di wifi corner Witel Sleman, Yogyakarta
Katadata/ Courtesy of Telkom
Angkringan digital yang menjadi tenan favorit masyarakat menemani internetan di wifi corner Witel Sleman, Yogyakarta

Menginjak usia ke-57 tahun pada 6 Juli 2022, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya mewujudkan tekad besarnya untuk mendorong terwujudnya kedaulatan digital bagi Indonesia.

Kedaulatan digital merupakan upaya terus menerus untuk memastikan kendali penuh terhadap semua data dan aktivitas digital, sehingga mampu dimanfaatkan secara optimal.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa Telkom sedang menyiapkan diri untuk menghadapi kompetisi yang akan semakin ketat di masa depan.

“Kami terus berupaya supaya Telkom Indonesia mampu menjadi pilihan utama bagi masyarakat,” ujar Ririek.

Telkom juga tengah menggenjot digitalisasi lewat pembangunan berbagai infrastruktur yang mampu menjangkau lokasi terluar, terdepan dan terpencil (3T).

Optimalisasi digitalisasi ini diharapkan nantinya dapat mendukung pembangunan berbagai sektor, terutama peningkatan ekonomi masyarakat.

Akselerasi digitalisasi ekonomi juga diharapkan mampu mendorong Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam industri ekonomi digital di Kawasan Asia Tenggara.

Saat ini, Indonesia merupakan rumah dari 204,7 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi internet 73,7 persen, seperti dilaporkan oleh Katadata.co.id pada awal 2022.

Pada 2021, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$70 miliar atau Rp997,6 triliun, menyumbang 40 persen dari total nilai ekonomi digital Kawasan Asia Tenggara.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan nilai ekonomi kegiatan ekonomi digital Indonesia diperkirakan mampu mencapai US$146 miliar atau Rp2.000 triliun pada 2025.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika, indeks literasi digital Indonesia berada pada 3,49, dari rentang 0-5. Hal ini merupakan modal kuat untuk berkompetisi di era society 5.0.

Untuk melanjutkan pekerjaan besar penguatan ekosistem ekonomi digital ini, tentunya Telkom Indonesia masih membutuhkan energi besar dan stamina yang kuat.

Selain itu, modal lainnya berupa dukungan solid dari Indonesia Digital Network yang sudah tergelar di seluruh Nusantara, juga memainkan peran penting dalam mendukung berbagai kerja yang dilakukan.

Hingga kini, Telkom Indonesia telah membangun berbagai platform yang mampu mengawal tumbuh kembangnya ekosistem ekonomi digital.

Salah satu platform yang sudah dibangun adalah PaDi UMKM (Pasar Digital UMKM Indonesia), yang didedikasikan untuk membantu dan mengawal industri UMKM dalam mengembangkan usaha-usahanya dalam skala nasional dan global.

Berdasarkan catatan Kementerian BUMN, hingga 25 April 2022, sudah ada 15 ribuan UMKM yang bergabung di PaDi UMKM, dengan transaksi yang tercatat Rp20 triliun.

PaDi UMKM
Petani sayur di Lembang, Bandung, memakai PaDi UMKM untuk berjualan sayurnya (Katadata/ Courtesy of Telkom)
 

Pemerintah melalui Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM saat ini sedang berfokus untuk mempersiapkan kemampuan UMKM untuk dapat memenuhi target pengadaan barang dan jasa kementerian dan BUMN.

Lalu lintas barang dan kebutuhan jasa logistik juga semakin berperan penting untuk mendukung industri digital ke depannya.

Untuk keperluan ini, Telkom Indonesia juga telah mengembangkan Logee Trans, yaitu platform transportasi yang menawarkan solusi komprehensif untuk kebutuhan logistik perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Logee Trans telah bekerja sama dengan terminal peti kemas, kereta api logistik (Kalog), dan ke depannya dengan pelabuhan udara terus memberikan layanan digitalisasi dari berbagai sisi pengiriman melalui darat, laut dan udara.

Head of Logee Trans, Dumoli H.M Sirait, menyatakan sebelum kehadiran Logee trans, jasa pengangkutan logistik yang memakai jalur darat sangat dipengaruhi minimnya informasi visibilitas dan kepastian pemenuhan target.

“Lewat Logee Trans, pencarian armada truk bisa dilakukan secara daring melalui mobile apps,” ujar Dumoli. Dumoli juga menambahkan bahwa semua kebutuhan akan invoice, surat jalan dan gatepass dilakukan secara digital. Secara berkala, status pemesanan juga dapat dicek pada dashboard reporting.

Logee Trans juga tengah memperkuat infrastruktur seperti pembangunan gudang-gudang logistik, yang terus dikebut guna memenuhi kebutuhan pasar yang berkembang sangat dinamis.

Untuk memperkuat kendali atas data, Telkom Indonesia juga telah mengembangan BigBox, solusi big data yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap pengambilan keputusan berbagai perusahaan.

Dari sisi tenaga kerja, Telkom juga telah menyiapkan aplikasi Pijarmahir, yang merupakan platform digital pelatihan bersertifikat, pendidikan vokasi dan profesi. Platform ini menyasar industri, badan sertifikasi, pencari kerja dan pencari sertifikasi. 

Tak hanya sektor yang di bahas atas, ke depannya Telkom akan terus menghadirkan solusi dan layanan digital dengan mengoptimalkan infrastruktur dan platform yang dimiliki demi mendukung beragam aktivitas masyarakat.

Diharapkan langkah Telkom ini dapat mendukung pengembangan masyarakat digital dan akselerasi ekonomi digital demi kedaulatan digital Indonesia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait