Inisiatif Hyperlocal Tokopedia Dongkrak Penjualan UMKM di Kota

Riset Tokopedia dan INDEF mencatat peningkatan indeks penjualan dan omzet UMKM
Dicky Christanto W.D
12 Desember 2022, 16:44
tokopedia survey
Katadata (Courtesy of Tokopedia)

Rata-rata indeks penjualan di kota melalui inisiatif Hyperlocal Tokopedia tercatat naik sebesar 147 persen pada 2020-2021 dibandingkan pada periode 2017-2019. Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta tercatat sebagai tiga kota dengan Hyperlocal Tokopedia yang memiliki indeks penjualan dan indeks omzet penjualan paling tinggi.

Surabaya mengalami peningkatan indeks penjualan dan index omzet penjualan masing-masing sebesar 194 persen dan 85 persen, Bandung 27 persen dan 100 persen, sedangkan Yogyakarta 148 persen dan 64 persen.

Angka di atas tertuang dalam riset yang dilakukan Tokopedia bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) berjudul “Analisis Dampak Program Hyperlocal Tokopedia terhadap Kondisi Bisnis Penjualan secara Daring, Ekonomi, dan Sosial Kota-Kabupaten Program Hyperlocal”.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM telah berkontribusi Rp8.547 triliun terhadap PDB Indonesia. Kontribusi UMKM lokal terhadap PDB pun tercatat meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 60,3 persen pada 2019. Pemerintah di sisi lain menargetkan pertumbuhan wirausaha di Indonesia sebesar 4 persen pada 2024

Advertisement

“UMKM lokal juga memegang peranan dalam peningkatan ekonomi digital, tetapi aktivitas ekonomi digital Indonesia saat ini masih terpusat di kota-kota besar. Sebagai gambaran, Jakarta menyumbang 17 persen terhadap PDB Indonesia,” jelas AVP of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia Trian Nugroho.

Menurutnya, butuh sinergi dari semua pihak untuk membantu UMKM di Indonesia punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Hal tersebut yang melatarbelakangi Tokopedia untuk menghadirkan inisiatif Hyperlocal sejak 2020.

Peneliti INDEF Nailul Huda melanjutkan, rerata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal lebih besar 5 kali lipat dibandingkan kota tanpa Hyperlocal pada 2017-2021. Sementara, indeks omzet penjualan di kota dengan Hyperlocal meningkat 67 persen pada periode 2020-2021 dibandingkan 2017-2019.

Sepanjang 2019-2021, rerata persentase pertumbuhan ekonomi di kota tanpa Hyperlocal tercatat sebesar 1,26%, sedangkan di kota dengan Hyperlocal Tokopedia angkanya lebih tinggi, yaitu 2,78 persen.

“Riset ini memotret pertumbuhan ekonomi yang positif di berbagai kota dengan Hyperlocal Tokopedia, yakni Surabaya (4,29 persen), Yogyakarta (5,09 persen) dan Semarang (5,16 persen) yang menjadi kota dengan kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi tertinggi dari 2020-2021,” jelas Huda.

Riset ini juga membandingkan peningkatan indeks jumlah penjual tertinggi yang terjadi pada 2017-2019 dan 2020-2021, di antaranya Surabaya (48 persen), Bandung (65 persen), dan Yogyakarta (67 persen). Sementara, kota dengan peningkatan indeks jumlah pembeli tertinggi mencakup Bandung (122 persen), Yogyakarta (142 persen) dan Surabaya (154 persen).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait