Peningkatan Komunikasi Risiko Mendukung Pemulihan Covid-19

Penerapan komunikasi risiko ditingkatkan melalui sinergi lintas sektoral dan komunikasi dua arah
Image title
Oleh Dicky Christanto W.D - Tim Riset dan Publikasi
19 Mei 2022, 15:16

Pengelolaan komunikasi risiko secara efektif telah membantu pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19 dan membangun kepercayaan masyarakat kepada kemampuan pemerintah dalam menangani situasi pandemi.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 pada Senin, 16 Mei 2022, jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.697 kasus, berkurang 87 kasus dari hari sebelumnya.

Akan tetapi, Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) mencatat perlunya peningkatan penerapan komunikasi risiko untuk tetap dapat melindungi masyarakat di masa yang akan datang.

Saluran komunikasi yang secara khusus ditujukan bagi perempuan, penyandang disabilitas, lansia dan berbagai kelompok rentan lainnya harus menjadi prioritas program.

Memang pemerintah, sejak awal kampanye penggunaan vaksin, telah memprioritaskan kelompok lansia dan penyandang disabilitas dalam program vaksinasi massal.

Akan tetapi, materi informasi yang dapat menjawab kebutuhan kelompok rentan seperti efek samping vaksin, dampak vaksin pada kondisi disabilitas atau penyakit penyerta serta kehamilan masih sulit ditemukan.

Terlebih, materi informasi yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas sensori masih sangat terbatas.

Beberapa diantaranya adalah materi audio visual dengan teks, penggunaan juru bahasa isyarat dengan ukuran yang proporsional, dan penggunaan perpaduan kontras warna yang ramah bagi penyandang low-vision.

Selain itu, keluhan mengenai akses yang tidak mudah kerap terdengar, termasuk jauhnya jarak dari rumah kelompok penyandang disabilitas dan lansia ke sentra vaksinasi.

Di beberapa daerah, kurang berpengalamannya para petugas saat menghadapi kelompok rentan juga menjadi beberapa keluhan yang sempat terungkap.

Pada sisi lain, kegiatan komunikasi khusus untuk perempuan dipandang masih perlu ditingkatkan.

Hal ini dilakukan karena beban rumah tangga dan keputusan-keputusan terkait kesehatan dan pendidikan keluarga masih lebih besar dibebankan kepada perempuan.

Sinergi informasi pada semua level pemerintahan dan komunikasi dua arah dengan masyarakat juga perlu ditingkatkan.

Lebih jauh, AIHSP merekomendasikan para petugas lapangan lintas sektoral untuk kembali meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mereka dalam melakukan komunikasi risiko, dan menumbuhkan sensitivitas  ketika menghadapi kelompok rentan.

 

Disclaimer:

Publikasi ini didukung oleh Pemerintah Australia melalui Program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP).

Data yang ditampilkan pada publikasi ini bersumber dari penelitian yang dilakukan oleh AIHSP bersama dengan PKMK FK KMK Universitas Gadjah Mada.

Pemerintah Australia tidak mengabsahkan pandangan pada publikasi ini maupun menjamin keakuratan atau kelengkapan informasi yang terkandung dalam sumber referensi tersebut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.