Lazada dan Tokopedia Pantau Lonjakan Harga Masker Efek Virus Corona

Desy Setyowati
4 Februari 2020, 12:31
Lazada dan Tokopedia Pantau Lonjakan Harga Masker Efek Virus Corona
ANTARA FOTO/Arnas Padda
Ilustrasi, pembeli memilih masker yang dijual di salah satu apotek di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/2/2020).

Harga masker kesehatan melonjak tajam di beberapa platform e-commerce seiring mewabahnya virus corona. Lazada, Tokopedia, Bukalapak dan Shopee pun memantau perkembangan harganya di Indonesia.

Beberapa mitra penjual menaikkan harga masker hingga lima kali lipat. Chief of Customer Experience Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, perusahaannya terus memantau harga dan ketersediaan produk di platform, termasuk masker.

Lazada mendorong mitra menerapkan harga masker yang wajar dan kompetitif. “Hal ini memerlukan peran dan kerja sama dari para penjual.  Apabila ditemukan ketidakwajaran harga dibanding harga jual reguler, kami akan segera menonaktifkan daftar produk tersebut dari platform,” kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (4/2).

(Baca: Bukalapak dan Shopee Pantau Lonjakan Harga Masker Efek Virus Corona)

Hal senada disampaikan oleh Vice President of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak. Ia menyampaikan, perusahaannya terus berupaya memastikan tak ada kenaikan harga secara tidak wajar, terutama untuk produk masker kesehatan.

Tokopedia memang menerapkan kebijakan user generated content (UGC), di mana penjual dapat mengunggah produk di platform secara mandiri. UGC dinilai memudahkan pedagang berjualan.

“Namun harus kami sertai dengan aksi-aksi proaktif untuk menjaga norma dan hukum yang berlaku,” kata Nuraini. Tokopedia mengimbau masyarakat untuk melaporkan produk yang harganya tidak wajar melalui fitur Laporkan.

Sebelumnya, Public Relations Shopee Aditya Maulana Noverdi juga mengatakan, perusahaannya akan terus memantau perkembangan harga produk di platform. Selain itu, Shopee akan berkomunikasi dengan para mitra penjual untuk memastikan harga masker normal.

“Kami tidak akan menoleransi penjual yang menaikkan harga masker dengan besaran yang tidak masuk akal di tengah situasi sekarang ini,” kata Aditya.

(Baca: Dua Jenis Masker Wajah untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona)

Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono menyatakan, perusahaan memperbolehkan pelapak menentukan harga produk dan strategi penjualan masing-masing. “Akan tetapi, Bukalapak akan menindak pelapak yang memanfaatkan situasi pandemi demi meraup keuntungan tidak wajar dan menghalangi akses masyarakat untuk mendapatkan alat kesehatan,” katanya.

Intan menyampaikan, perusahaannya bekerja sama dengan produsen masker untuk memperbanyak stok di Bukalapak. Hal ini untuk menjaga agar harganya tetap stabil.

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, harga masker bedah di beberapa e-commerce meningkat dratis. Di Shopee misalnya, harga 50 masker naik dari Rp 19.500 pada Kamis (30/1) menjadi Rp 125 ribu pada kemarin (2/2) di toko yang sama.

(Baca: Virus Corona Mewabah, Harga Masker di E-commerce Naik 5 Kali Lipat)

Harga masker N95 yang normalnya Rp 20 ribu per helai dijual dengan harga berkali-kali lipat. Di situs Tokopedia misalnya, harga satuan masker N95 dijual seharga Rp 75 ribu. Begitu juga di Shopee, harga satuan masker N95 ada yang mencapai Rp 95 ribu.

Di Bukalapak, Lazada, dan Blibli harganya mencapai Rp 2 juta per dus yang berisi 20 masker. Kenaikan harga masker pun terjadi di beberapa apotek di Jakarta.

Idris, seorang petugas di salah satu apotek di Jakarta Selatan mengatakan, permintaan masker N95 meningkat sejak wabah virus corona berkembang. “Ada kenaikan signifikan, hampir 3-4 kali lipat,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Jumat (31/1) lalu.

(Baca: Korban Virus Corona Bertambah, 425 Meninggal & 20.438 Orang Terinfeksi)

Reporter: Desy Setyowati

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...