Rambah Digital, Ramayana Jual Produk Lewat Tokopedia dan Lazada

Michael Reily
31 Oktober 2017, 18:24
Ramayana_Department_Store,_Kota_Pematang_Siantar_(27).JPG
commons.wikimedia.org

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk melakukan ekspansi lewat penjualan dengan metode digital. Setelah bekerja sama dengan Tokopedia tahun lalu, kali ini Ramayana menggandeng Lazada. Toko resmi Ramayana sudah bisa diakses di Lazada mulai besok (1/11).

Head of Marketing and Promotion Ramayana Ainu Rofik menyatakan, perkembangan e-commerce menjanjikan peluang besar.. "Sudah seharusnya kami masuk ke dunia online dan bergabung dengan official store di Lazada," kata Ainu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/10).

Kerja sama ini dilakukan secara bersamaan dengan acara Lazada menyambut Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 pada 12 Desember mendatang. Ainu pun telah menyiapkan ribuan Stock Keeping Unit (SKU) untuk ikut serta dalam pesta belanja ini.

(Baca juga:  Susul Ramayana, Matahari dan 7-Eleven, MAP Tutup Gerai Lotus)

Ainu mengungkapkan model kerja sama e-commerce telah dilakukan dengan Tokopedia sejak 2016. Kontribusi online dinilai menguntungkan meski ia enggan mengungkapkan komposisinya. "Belum sampai 50% kok, masih kecil," ujarnya.

Ke depan, Ainu menjelaskan tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan perusahaan e-commerce lain. Bahkan, ada ide untuk mengembangkan sistem marketplace buatan sendiri.

Selain ekspansi secara digital, Ramayana juga bakal membangun 3 gerai lagi pada akhir tahun. Pada 3 Desember di Jatinegara, 17 Desember di Bekasi, dan 27 Desember di Serpong. Secara total di 2017, terbangun 6 gerai baru.

(Baca juga:  Sempat Menjadi Primadona, Kawasan Blok M Kini Merana)

Meski ekspansif, Ainu hanya menargetkan pertumbuhan yang sama dengan tahun lalu yakni sekitar 9%. "Gerai kita bakal ada 118 unit hingga akhir tahun dan tidak melakukan penutupan sama sekali," jelas Ainu.

Menurutnya, strategi untuk bertahan dari isu pelemahan daya beli adalah kualitas produk bagus dengan harga terjangkau. Ramayana tetap fokus pada sasaran bisnis utama melayani masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Pasar kita ada di kelas C dan D, tapi sekarang kelas menengah pun turun ke bawah, saya pikir bisnis yang seru di wilayah itu jadi kita pertahankan," kata Ainu.

Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Achmad Alkatiri menyatakan bergabungnya Ramayana bakal memeriahkan acara Online Revolution Month. "Kami juga antusias menyabut bergabungnya Ramayana sebagai salah satu brand lokal favorit konsumen Indonesia," ujar Achmad.

Pembukaan Online Revolution Month dilakukan pada 11 November dengan lebih dari 40 ribu penjual Lazada yang tergabung dari Usaha Kecil Menengah (UKM) dan merek dari dalam dan luar negeri.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...