Jokowi Targetkan Bangun Ekosistem Ekonomi Digital RI dalam 2 Tahun

Rizky Alika
18 November 2021, 19:09
jokowi, digital, teknologi
Kementerian Luar Negeri
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT ASEAN ke-38 dan 39 secara virtual, Selasa (26/10)

Pemerintah saat ini tengah mendorong pengembangan ekonomi digital. Presiden Joko Widodo pun menargetkan, pengembangan ekosistem ekonomi digital bisa diselesaikan dalam dua tahun.

Jokowi mengatakan Indonesia mempunyai peluang pada sektor ekonomi digital yang potensinya mencapai US$ 24 miliar atau setara Rp 341 triliun pada 2025. Apalagi saat ini sudah ada 2.229 perusahaan rintisan alias start up.

"Saya sudah memberikan target dua tahun. Kalau lepas dua tahun udah kita ketinggalan negara lain," kata Jokowi dalam Kompas100 CEO Forum, Jakarta, Kamis (18/11).

Jokowi mengatakan saat ini Indonesia perlu menyiapkan infrastruktur digital hingga sistem pemerintahan berbasis digital. Kemudian, perlu dipersiapkan masyarakat hingga ekonomi digital.

Namun, pengembangan ekonomi digital memerlukan infrastruktur besar seperti fiber optic, microwave link, satelit, hingga based transceiver station. Kemudian, perlu dibangun pusat data dan berbagai infrastruktur hilir lainnya. "Ini cepet-cepetan kalau nggak negara lain akan ambil. Percaya saya," ujar dia.

Ia pun mengakui, regulasi sektor digital di Indonesia masih terlambat. Salah satu contohnya adalah teknologi finansial sudah berjalan namun belum ada regulasinya.

Selain itu, Mantan Wali Kota Solo itu mengingatkan pentingnya sumber daya manusia untuk membangun ekonomi digital. Untuk itu, Jokowi menekankan pentingnya kerja sama dengan partner kerja lainnya. "Nggak mungkin kalau kita ingin cepat, kemudian kita sendirian," ujar dia.

 Sebelumnya, Google, Temasek, dan Bain dalam laporan bertajuk e-Conomy SEA 2021 memperkirakan, nilai ekonomi digital di Asia Tenggara mencapai US$ 174 miliar atau sekitar Rp 2.480 triliun tahun ini. Sebanyak US$ 70 miliar atau Rp 997 triliun di antaranya disumbang oleh Indonesia.

Nilai ekonomi digital di Indonesia tumbuh 49% dibandingkan tahun lalu (year on year/yoy). “Ekonomi digital Indonesia US$ 70 miliar mengindikasikan prospek yang optimistis untuk negara berpopulasi besar ini,” demikian dikutip dari laporan tersebut, yang dirilis Rabu (10/11).

Pertumbuhan tertinggi terjadi di Filipina, yakni 93% yoy, disusul oleh Thailand 51% dan Indonesia 49%. Proyeksi nilai ekonomi tersebut berdasarkan transaksi bruto (GMV) lima sektor, yakni e-commerce, berbagi tumpangan (ride hailing) dan pesan-antar makanan, media digital, online travel, serta finansial.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rizky Alika

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...