TikTok Shop Tokopedia Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan di Indonesia
ByteDance dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK terhadap ratusan karyawan di TikTok Shop dan Tokopedia di Indonesia. Pegawai yang terkena dampak mencakup semua tim di e-commerce, termasuk logistik, operasional, pemasaran, dan pergudangan.
Katadata.co.id mengonfirmasi kabar tersebut kepada TikTok Shop by Tokopedia, namun belum ada tanggapan.
Sumber Bloomberg yang mengetahui masalah tersebut menyampaikan PHK lebih lanjut akan dilakukan pada Juli.
Juru bicara TikTok mengatakan kepada Bloomberg, bahwa perusahaan rutin meninjau kebutuhan bisnis dan membuat penyesuaian untuk memperkuat organisasi.
“Kami akan terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” kata dia dikutip dari Bloomberg, Jumat (30/5).
TikTok Shop tengah mempercepat perombakan operasional di Indonesia, dengan mengurangi sebagian besar karyawan, setelah bergabung dengan Tokopedia pada akhir 2023.
Setelah selesai penggabungan TikTok Shop dan Tokopedia awal 2024, perusahaan disebut-sebut memiliki sekitar 5.000 karyawan di Indonesia. Pemangkasan terbaru membuat jumlahnya menjadi sekitar 2.500.
TikTok Shop dan Tokopedia juga melakukan PHK pada Juni 2024. Laporan Bloomberg menyebutkan, jumlahnya 450 atau sekitar 9% dari total pegawai 5.000 saat itu.
Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia Nuraini Razak membenarkan adanya PHK pegawai. "Menyusul penggabungan TikTok dan Tokopedia, kami telah mengidentifikasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim agar sesuai dengan tujuan perusahaan," kata dia kepada Katadata.co.id, pada Juni 2024 (14/6/2024).
"Sebagai hasilnya, kami harus melakukan penyesuaian yang diperlukan pada struktur organisasi sebagai bagian dari strategi perusahaan agar dapat terus tumbuh," Nuraini menambahkan.
