Penjualan FMCG E-commerce RI Terus Meningkat, Ditopang Produk Kecantikan
Pasar fast moving consumer goods atau FMCG di e-commerce Indonesia kembali mencatatkan tren positif. Hal tersebut berdasarkan laporan terbaru dari Compas.co.id, Selasa (31/3).
Compas.co.id adalah penyedia terkemuka data e-commerce, analisis bisnis, dan pemberdayaan e-commerce. Mereka melaporkan, sepanjang kuartal pertama 2026, total penjualan produk FMCG berhasil menembus Rp 40 triliun. Angka ini melampaui rekor sebelumnya pada kuartal IV tahun lalu atau akhir 2025 yang sebesar Rp 39,6 triliun.
Kategori beauty masih menjadi tulang punggung utama. Laporan tersebut mencatat kategori beauty memiliki nilai penjualan mencapai Rp 18,6 triliun atau tumbuh 33% secara tahunan pada kuartal I 2026.
Selanjutnya, kategori yang merajai datang dari makanan dan minuman atau F&B yang melesat hingga Rp 10,3 triliun dengan pertumbuhan 88% secara tahunan. Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi pendorong utama lonjakan konsumsi pada awal tahun.
Sementara itu, kategori home care mencatat pertumbuhan tertinggi secara persentase hampir dua kali lipat atau 96% secara tahunan menjadi Rp 2 triliun. Produk seperti tisu, insektisida, dan pembersih rumah tangga menjadi favorit konsumen.
Kategori lainnya juga menunjukkan tren positif yaitu produk kesehatan tumbuh 40% menjadi Rp 6 triliun. Selanjutnya kategori Mom & Baby mencapai Rp 3,2 triliun dengan pertumbuhan stabil 20%.
Persaingan Makin Ketat, Brand Berkurang
Namun, Compas.co.id mencatat jumlah brand aktif justru menurun di sebagian besar kategori. Fenomena ini menunjukkan adanya konsolidasi pasar, di mana hanya jenama yang punya strategi tepat yang berhasil bertahan dan tumbuh.
Beberapa brand mencatat lonjakan luar biasa, menandakan bahwa strategi yang tepat mulai dari pemilihan platform hingga skema diskon.
Untuk kategori beauty, jumlah jenamanya turun 1%. Namun Glad2Glow mencatatkan penjualan naik 67%, begitu pula Scarlett yang naik 129%.
Sementara itu, brand F&B juga turun 8%, namun Bimoli mencatat kenaikan penjualan 907%. Sedangkan jumlah brand Indocafe naik 497%, dan Sedaap naik 688%.
Dari sisi platform, persaingan semakin terpolarisasi. Shop Tokopedia muncul sebagai platform dengan pertumbuhan tercepat di hampir semua kategori, terutama di beauty yang naik 75% dan F&B 127%.
Shopee masih memimpin dari sisi volume transaksi dengan pertumbuhan stabil, terutama di kategori home care yang mencapai 118% dan F&B naik 83%.
Sebaliknya, Lazada dan Blibli mengalami tekanan dengan penurunan signifikan di berbagai kategori. Lazada mencatatkan penurunan hingga 49% hingga 66% di berbagai kategori. Blibli juga negative hampir di semua kategori.
Perilaku konsumen di tiap platform juga semakin berbeda. Di Shopee, lebih dari 90% transaksi terjadi tanpa diskon besar, menandakan kuatnya permintaan organik.
Sebaliknya, Shop Tokopedia lebih didominasi oleh strategi diskon moderat hingga besar, serta format bundle yang terbukti efektif meningkatkan konversi, terutama di kategori F&B, Mom & Baby, dan homecare.
Pasar Diprediksi Tetap Kuat
Memasuki kuartal kedua, Compas.co.id memproyeksikan pasar FMCG di e-commerce pada kuartal II 2026 tetap tetap solid. Nilainya diprediksi mencapai Rp 46,7 triliun.
Meski sedikit lebih rendah dari kuartal I 2026 yang terdorong faktor musiman. Namun angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu Rp 33,5 triliun.
Beauty, F&B, dan Shop Tokopedia diperkirakan akan tetap menjadi tiga pilar utama yang mendorong pertumbuhan FMCG e-commerce sepanjang 2026.
