Riset: Warga Indonesia Mulai Rutin Pakai AI untuk Belanja Online

Rahayu Subekti
2 April 2026, 17:15
Ai, belanja online,
Fauza Syahputra|Katadata
Ilustrasi belanja online\
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Studi YouGov dan Visa, serta Lazada dan Kantar, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai mengandalkan akal imitasi atau AI untuk berbelanja online di e-commerce.

Sebanyak 82% konsumen menggunakan AI untuk membantu pencarian, seperti membandingkan harga, mencari informasi produk, dan melacak pesanan, menurut studi bertajuk State of Digital Commerce in Asia Pacific 2025 itu.

“Angka ini diperkirakan meningkat hingga 95% dalam waktu dekat,” tulis Visa dalam pernyataan tertulis, Kamis (2/4).

Meskipun 32% konsumen menyatakan terbuka terhadap pembelian berbasis AI, tingkat adopsinya masih dibatasi oleh sikap hati-hati. Sebanyak 74% konsumen menggunakan AI untuk tahap pencarian, namun hampir sepertiga masih enggan membagikan data pribadi tanpa jaminan keamanan yang memadai.

Sementara di pasar berkembang seperti India dan Vietnam, tingkat keterbukaan terhadap perdagangan berbasis AI tergolong tinggi yaitu 42%. “Konsumen di Indonesia semakin antusias menggunakan AI dalam berbelanja, namun tetap menginginkan kejelasan dan perlindungan yang kuat saat proses pembayaran,” kata Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari.

Menurut dia, hal itu seiring dengan langkah pemerintah Indonesia dalam mendorong agenda digitalisasi. Oleh karena itu, Vira mengatakan Visa berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi dan mempercepat adopsi pembayaran digital yang aman.

Visa pun menyediakan fitur Click to Pay dan autentikasi untuk menghadirkan pengalaman belanja yang praktis dan aman. Selain itu, perusahaan meluncurkan inisiatif Visa Intelligent Commerce dan Trusted Agent Protocol.

Riset Lazada dan Kantar pada November 2025 juga menunjukkan 88% pelanggan di Asia Tenggara membuat keputusan pembelian berdasarkan rekomendasi kecerdasan buatan, sebagaimana laporan bertajuk ‘Adopsi Penggunaan Artificial Intelligence di Asia Tenggara’.

“AI menjadi bagian terpadukan dari lanskap e-commerce. AI memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan pengalaman pelanggan yang lebih personal dalam skala besar,” kata Chief Technology Officer atau CTO Lazada Group Howard Wang dalam siaran pers, akhir tahun lalu (1/11/2025). 

Sebanyak 92% mengandalkan AI untuk mendapatkan rekomendasi produk dan 90% untuk ringkasan produk yang sesuai dengan preferensi. Sebanyak 63% responden di Asia Tenggara juga percaya bahwa AI telah diadopsi secara luas dalam belanja online.

Fitur AI yang dikenal oleh konsumen yakni chatbot (63%), terjemahan otomatis (53%), dan pencarian produk visual (52%). Namun penggunaannya kurang dari 50%, yaitu chatbot 47%, pencarian visual 40%, dan terjemahan otomatis 40%.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...