TikTok Buka Suara Soal Kabar PHK Karyawan Tokopedia

Rahayu Subekti
2 Juli 2026, 12:39
Tiktok, Tokopedia, PHK
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc.
Warga mengamati barang dagangan produk fesyen pada aplikasi platfrom Tokopedia di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (28/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

TikTok buka suara terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia yang ramai diperbincangkan di media sosial. Perusahaan mengonfirmasi tengah melakukan penyesuaian organisasi di bidang riset dan pengembangan.

“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok kepada Katadata.co.id, Kamis (2/7).

Perusahaan menyatakan hal itu bukan keputusan yang mudah. Saat ini perusahaan juga tengah fokus untuk memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak selama masa transisi ini.

TikTok menegaskan perusahaan tetap berkomitmen mengembangkan Tokopedia dan ekosistem perdagangan digital di Indonesia. Menurut perusahaan, investasi untuk meningkatkan layanan kepada pengguna dan penjual akan terus dilakukan.

“Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia,” kata Juru Bicara Tiktok.

Rumor PHK Besar-besaran

Pernyataan tersebut muncul setelah akun Instagram @ecommurz mengunggah informasi yang menyebut ByteDance, induk usaha TikTok, melakukan PHK besar-besaran di Tokopedia. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa sekitar 90% pekerja Tokopedia terdampak, dengan divisi R&D, Trust and Safety (TnS), serta keuangan menjadi yang paling banyak terkena imbas.

Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa perusahaan hanya mempertahankan sebagian kecil staf atau 10% untuk menangani proyek yang masih berjalan. Selain itu, disebutkan pula bahwa Tokopedia secara bertahap beralih ke sistem Tokopedia Lite yang menggunakan infrastruktur internal TikTok Shop.

Namun dalam pernyataan resminya, TikTok tidak mengonfirmasi klaim mengenai jumlah karyawan yang terkena PHK maupun informasi terkait persentase pegawai yang dipertahankan. Perusahaan hanya menegaskan bahwa penyesuaian organisasi difokuskan pada fungsi R&D sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...