Belanja Online Makin Mahal, Harga Deterjen hingga Minyak Goreng Naik

Desy Setyowati
19 Agustus 2026, 11:33
belanja online, marketplace, e-commerce,
ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/YU
Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Belanja kebutuhan sehari-hari melalui e-commerce semakin mahal. Laporan Compas.co.id menunjukkan kenaikan nilai transaksi FMCG di e-commerce Indonesia pada paruh pertama 2026 tidak sepenuhnya disebabkan oleh meningkatnya jumlah barang yang terjual, tetapi juga oleh kenaikan harga rata-rata.

Nilai transaksi barang kebutuhan sehari-hari atau FMCG di e-commerce Indonesia mencapai Rp 88,4 triliun selama Januari - Juni, naik 29,4% secara tahunan atau year on year (yoy). Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak 2024.

Data FMCG di e-commerce


Di hampir semua kategori, nilai penjualan tumbuh jauh lebih cepat daripada jumlah unit yang terjual. Kategori Homecare tumbuh paling cepat yakni 78,3%, namun volume penjualannya hanya naik 42%.

“Artinya sekitar 46% pertumbuhan nilai berasal dari kenaikan harga rata-rata sebesar 26%,” demikian dikutip.

Kategori makanan dan minuman juga naik 52%, mencatatkan kenaikan volume hanya 33%. Harga rata-rata produk ini naik 15%.

Compas.co.id menyebut kebutuhan berbasis replenishment menjadi yang tumbuh konsisten, termasuk deterjen, tisu, minyak goreng, kopi, dan susu bubuk.

Kenaikan harga juga tercatat pada kategori kecantikan. Harga rata-rata produk Beauty naik 6,3% pada semester pertama. Kenaikan harga ini berkontribusi sekitar 40% terhadap total pertumbuhan kategori Beauty.

Kenaikan harga terjadi ketika pangsa Beauty & Care di pasar FMCG e-commerce justru turun menjadi 48,6%, sehingga untuk pertama kalinya berada di bawah 50%.

Kategori Mom & Baby juga menunjukkan indikasi bahwa kenaikan nilai transaksi tidak selalu berarti jumlah barang yang dibeli meningkat. Compas.co.id mencatat dua produk terbesar dalam kategori ini, yakni popok dan susu formula, hampir tidak mengalami pertumbuhan unit.

Penjualan unit popok hanya naik 1,1%, sedangkan susu formula justru turun 1,4%. Meski begitu, nilai penjualannya tetap meningkat, yang mengindikasikan adanya kenaikan harga barang.

Data FMCG di e-commerce


Secara keseluruhan, temuan Compas.co.id menunjukkan adanya perbedaan antara pertumbuhan nilai transaksi dan pertumbuhan volume penjualan.

Konsumen Semakin Andalkan E-commerce untuk Belanja Kebutuhan Sehari-hari

Pangsa pasar kategori kecantikan yang turun ke level 48,6%, sementara makanan dan minuman naik menjadi 23,3% dengan pertumbuhan nilai 52,1% atau tertinggi kedua setelah Homecare, menunjukkan konsumen semakin menggunakan e-commerce untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Bukan hanya pembelian lifestyle. Kategori yang tumbuh paling konsisten adalah yang berbasis replenishment seperti deterjen, tisu, minyak goreng, kopi, dan susu bubuk,” demikian dikutip.

Data FMCG di e-commerce


Laporan tersebut menggunakan data dari Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli untuk lima kategori utama FMCG yakni Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, dan Homecare, selama Januari - Juni.

Sejalan dengan data itu, status toko resmi atau official store semakin menentukan pertumbuhan penjualan. Data Compas.co.id menunjukkan bahwa brand kecantikan yang menjual 80% atau lebih melalui official store sendiri, tumbuh 40,8%.

Pertumbuhannya jauh melampaui brand yang masih bergantung pada reseller yakni 20,3%.

Untuk kategori Homecare, brand dengan official store-led juga tumbuh 2,6 kali lebih cepat.

Data FMCG di e-commerce

“Memiliki official store bukan lagi soal prestige. Ini adalah keputusan bisnis yang paling langsung berdampak ke growth rate. Brand yang belum serius membangun official store-nya sedang meninggalkan pertumbuhan di atas meja,” kata CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...