Agensi Blackpink, YG Entertainment Buat NFT dan Gim Metaverse
Perusahaan asal Korea Selatan, YG Entertainment berkerja sama dengan penyedia infrastruktur blockchain global Binance untuk meluncurkan NFT alias non-fungible token. Agensi yang menaungi Blackpink dan BIGBANG ini juga membuat gim virtual atau metaverse.
YG Entertainment menandatangani nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU) untuk membangun kemitraan strategis dengan Binance. Keduanya bekerja sama dalam berbagai proyek blockchain, termasuk kolaborasi di ruang NFT.
NFT merupakan aset digital yang menggambarkan objek asli seperti karya seni, musik, atau item yang terdapat pada video dan game dalam format JPEG, PNG, MP4, dan lainnya. Aset digital ini tidak dapat digandakan atau diganti.
Melalui kolaborasi keduanya, Binance akan menyediakan platform NFT dan infrastruktur teknologi. Sedangkan YG Entertainment memasok konten.
Kesepakatan keduanya juga membuka jalan untuk pengembangan aset digital menggunakan hak kekayaan intelektual artis.
"Kolaborasi dengan Binance memberikan kesempatan bagi kami untuk mendapatkan royalti dan peluang bisnis dari konten langka dan berharga. Kami berharap dapat lebih memperkuat ikatan antara penggemar dan artis," kata CEO YG Entertainment Hwang Bo-kyung dikutip dari Yonhap News Agency (YNA), Selasa (8/2).
Selain itu, keduanya akan mendorong pengembangan game berbasis Binance Smart Chain. Gim akan dibangun di dunia virtual atau metaverse untuk mencari aset digital lainnya.
Kedua perusahaan juga berencana untuk terus membangun ekosistem NFT inovatif dan ramah lingkungan.
NFT memang tengah menjadi tren. Data DappRadar menunjukkan, penjualan NFT meningkat 10 kali lipat tahun lalu.
Selama kuartal I, II, dan III 2021, nilainya masing-masing mencapai US$ 1,2 miliar (Rp 17 triliun), US$ 1,3 miliar (Rp 18,5 triliun), dan US$ 10,7 miliar (Rp 152 triliun).
Marketplace NFT OpenSea juga mengklaim bahwa transaksi NFT mencetak rekor baru. Pada bulan lalu, jual – beli aset digital di marketplace ini melampaui US$ 3,5 miliar atau Rp 50,2 triliun.
Angkanya mengalahkan rekor tahun lalu US$ 3,42 miliar atau Rp 49 triliun pada Agustus 2021, berdasarkan data dari Dune Analytics.
Lonjakan transaksi itu terjadi karena kenaikan harga dari beberapa koleksi NFT pengguna OpenSea. "Banyak juga NFT populer yang berkontribusi pada keuntungan yang dihasilkan oleh OpenSea," demikian dikutip dari Gadgets 360, bulan lalu (18/1).
NFT juga tren di Indonesia, terutama setelah Ghozali Everyday berhasil meraup miliaran rupiah dari menjual NFT berupa fotor diri (selfie). Pemuda berusia 22 tahun itu menjual 933 NFT foto selfie di OpenSea.
Arnold Purnono dan selebgram Reza Arab pun mengaku menjadi pembeli NFT Ghozali.
Setelah tenarnya NFT Ghozali, warga Indonesia ramai menjual NFT. Namun kontennya berupa foto bakso hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Sejumlah selebriti Indonesia juga menjual NFT. Anang dan Ashanty meluncurkan NFT dengan nama ASIX. Syahrini meluncurkan NFT tahun lalu. “Welcome to The Metaverse. Saya sangat senang mengumumkan NFT pertama saya,” kata selebritas ini melalui akun Instagram @princesssyahrini, akhir tahun lalu (13/12/2021).
Syahrini berhasil menjual 17.800 NFT. Harganya 20 Binance USD (BUSD) atau sekitar Rp 287 ribu per NFT di bursa kripto Binance.
Sedangkan Luna Maya menjual NFT di Bakery Swap pada Juni. Namun jumlahnya sangat terbatas yakni hanya 10.
