Kominfo Blokir Ribuan Konten Investasi Ilegal, Termasuk Binomo

Desy Setyowati
22 Maret 2022, 16:56
investasi bodong, binomo, binary option, robot trading, kominfo, investasi ilegal
pixabay.com
Ilustrasi investasi ilegal

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate mengungkapkan, pemerintah menutup akses atau takedown  konten-konten investasi ilegal sejak 2016. Ada ribuan platform yang diblokir, termasuk Binomo.

"Kami secara aktif melakukan pemutusan akses atas website atau takedown terhadap konten yang melanggar ketentuan perundang-undangan sepanjang periode 2016 sampai 2022," kata Johnny saat Rapat Kerja bersama Komisi I DPR, dikutip dari Antara, Selasa (22/3).

Total ada 3.216 konten investasi bodong yang diblokir. Rinciannya sebagai berikut:

  • Kategori pialang atau perdagangan berjangka ilegal, 967 konten diblokir
  • Kategori investasi ilegal, 867 konten diblokir
  • Kategori forex ilegal, 1.167 konten ditutup
  • Kategori binary option seperti Binomo, 215 konten diblokir

"Pelaksanaan pemutusan akses oleh Kominfo, kami lakukan berdasarkan rekomendasi dari kementerian atau lembaga yang memiliki otoritas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)," ujar Johnny.

Kominfo juga rutin mengais langsung di dunia digital untuk mencari pinjaman online atau pinjol ilegal. “Selanjutnya diteruskan kepada OJK untuk diverifikasi," kata dia.

Kendati demikian, Johnny mengakui bahwa pemutusan akses bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi platform investasi ilegal, baik binary option maupun robot trading.

Oleh sebab itu, dia menilai bahwa upaya literasi digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi dan bertransaksi di ruang digital perlu terus dilakukan. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat luas pun dibutuhkan.

"Hal ini mengingat pemutusan akses bukanlah satu-satunya solusi dalam mengatasi permasalahan ini. Literasi digital, penanganan konten dan penegakan hukum perlu dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan masyarakat luas," ujar Johnny.

Reporter: Antara

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...