Kripto Syariah Pertama di Dunia Meluncur Bulan Ini

Desy Setyowati
15 Mei 2023, 14:56
kripto, kripto syariah
Islamic Coin
Ilustrasi kripto syariah

Kripto yang diklaim sesuai syariah pertama di dunia yakni Islamic Coin akan diluncurkan bulan ini. Cryptocurrency ini dikelola oleh Haqq Blockchain.

Haqq yang berarti 'kebenaran' dalam bahasa Arab. Islamic Coin menyatakan akan secara ketat mematuhi prinsip dan tradisi Islam tentang keuangan.

Salah satu pendiri Islamic Coin Mohammed AlKaff AlHashmi menyampaikan, dukungan investor dan modal ventura akan membangun kepercayaan dan keyakinan masyarakat terhadap kripto ini sebelum dirilis ke publik.

“Kami memulai dengan mode penjualan pribadi karena suatu alasan,” kata AlHashmi dikutip dari Arabian Business, bulan lalu (18/4).

“Kami tidak ingin orang berpikir bahwa kami menggunakan kata 'Islami' untuk mempermainkan emosi dan kemudian beralih menjadi investasi dalam sesuatu yang tidak mereka ketahui,” AlHashmi menambahkan.

Ia meluncurkan kripto syariah atau Islami pertama di dunia, karena berkaca pada kesuksesan Bitcoin dan Ethereum. Bitcoin merupakan penggerak pertama investasi kripto, dan kini harganya terus naik.

Sementara itu, Ethereum menjadi yang pertama memperkenalkan kontrak pintar. “Jadi ada faktor umum di sini: menjadi 'penggerak pertama' dalam sesuatu yang memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar AlHashmi.

Di satu sisi, pasar keuangan Islam global diperkirakan mencapai lebih dari US$ 3,69 triliun pada 2024. Ini didorong oleh meningkatnya minat terhadap layanan keuangan yang sesuai syariah.

Pasar produk halal diproyeksikan mencapai lebih dari US$ 4 triliun.

“Ini bukan hanya tentang makanan lagi, ataupun produk perawatan kesehatan dan kosmetik. Bagaimana memastikan semuanya benar-benar Halal dan sesuai dengan etika dan nilai masyarakat,” kata AlHashmi.

Komunitas Muslim global juga telah berkembang menjadi lebih dari 1,8 miliar orang. “Mereka mewakili pasar besar yang belum dimanfaatkan dan ‘kurang terlayani’ di dunia kripto,” ujar AlHashmi.

“Tidak ada ekosistem dan lingkungan yang bersih di mana umat Islam atau orang yang mengikuti syariah dapat masuk dan mengerjakan proyek mereka,” kata AlHashmi.

Ia menegaskan perkataannya itu bukan bermaksud menyebut Bitcoin atau Ethereum atau koin lainnya haram. Namun tidak masuk akal bahwa misalnya, umat Muslim menempatkan proyek di blockchain yang juga memiliki proyek kasino dan perjudian, atau yang mengenakan bunga.

“Itu semua bertentangan dengan prinsip syariah,” ujar AlHashmi. “Selalu ada kebutuhan untuk memiliki lingkungan yang bersih di mana orang dapat menempatkan proyek mereka tanpa ragu atau berpikir: apakah ini halal? Apakah ini haram? Apakah ini sesuai dengan Syariah?”

Dewan di Islamic Coin akan memutuskan apakah suatu proyek sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Dewan mencakup 40 bank, termasuk Standard Chartered, Bank Islam Abu Dhabi, dan Bank Islam Dubai.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...