Berkas Epstein Ungkap Pengembang Awal Bitcoin dan Etika Pompom Harga Kripto

Desy Setyowati
3 Februari 2026, 08:44
Bitcoin, epstein,
pexels
Bitcoin
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Berkas terkait Jeffrey Epstein yang diunggah oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau DOJ memuat nama-nama yang diduga sebagai pengembang awal Bitcoin. Dokumen ini juga memuat kekhawatiran Epstein soal etika pompom harga kripto.

Dokumen DOJ mengungkapkan bahwa Epstein menyumbangkan US$ 850 ribu kepada MIT Media Lab antara 2002 hingga 2017. Sebanyak US$ 525 ribu di antaranya dialokasikan untuk Inisiatif Mata Uang Digital MIT Media Lab. 

Dana itu digunakan untuk membayar Gavin Andresen, Cory Fields, dan Wladimir van der Laan, tokoh-tokoh penting dalam pengembangan kode bitcoin.

Ketiga orang itu yang ditafsirkan sebagai pengembang Bitcoin awal, dikutip dari Cointribune, Selasa (3/2).

Gavin Andresen adalah pengembang perangkat lunak Amerika yang menjadi salah satu tokoh utama dalam pengembangan Bitcoin setelah ‘Satoshi Nakamoto’ menghilang. Ia mengambil alih posisi pemimpin pengembangan Bitcoin Core dan memimpin proyek ini sampai 2014 sebelum fokus ke aspek strategis dan organisasi Bitcoin.

Dikutip dari Coindesk, Gavin Andresen mendirikan Bitcoin Foundation sebagai lembaga untuk mendukung adopsi dan perkembangan Bitcoin secara global. Ia pernah bekerja dengan MIT Media Lab di bawah program Digital Currency Initiative bersama pengembang inti lainnya.

Cory Fields adalah pengembang Bitcoin Core, yaitu perangkat lunak utama yang menjalankan jaringan Bitcoin. Fields bekerja di bawah MIT Media Lab’s Digital Currency Initiative, yang mendukung pengembangan Bitcoin secara teknis dan independen.

Lalu, Wladimir van der Laan adalah Lead Maintainer dari Bitcoin Core. Ia bertanggung jawab meninjau perubahan kode dan menjaga stabilitas serta kualitas perangkat lunak Bitcoin.

Wladimir van der Laan juga terkait dengan MIT Digital Currency Initiative sebagai bagian dari dukungan akademis terhadap pengembangan Bitcoin.

Dokumen DOJ juga menunjukkan bahwa email pada 2011 mengungkapkan ada upaya untuk memperkenalkan Epstein kepada pengembang Bitcoin Gavin Andresen dan Amir Taaki, meskipun Taaki kemudian menulis bahwa ia menolak minat investasi Epstein.

Amir Taaki adalah programmer, dan pengembang Bitcoin awal. Ia mendirikan bursa Bitcoin pertama di Inggris, yaitu Britcoin dan kemudian terlibat dalam bursa Intersango.

Sedangkan terduga pengembang Bitcoin lainnya yakni Joichi 'Joi' Ito, yang dikenal sebagai mantan Direktur MIT Media Lab dan sempat menjabat sebagai Presiden Chiba Institute of Technology. 

Epstein Seorang Ahli Jaringan, bukan Pengontrol

Pengguna X bernama Patric L Riley menulis unggahan yang menyiratkan bahwa Epstein memiliki banyak pengaruh pada perkembangan Bitcoin. Ia menyebutkan, terdapat sekitar 12.000 commit pada kode Bitcoin.

Commit berarti satu paket perubahan kode yang disimpan ke sistem version control (Git).

“Saat ini, terdapat 47.583 commit pada kode Bitcoin. Itu berarti bahwa 74,79% dari pengembangan dan kode inti Bitcoin di-commit setelah Jeffrey Epstein mengambil alih peran manajemen senior de facto sebagai dermawan,” kata dia, dikutip dari Cryptopolitan, Selasa (3/2).

“Dia (Epstein) mungkin bukan 'Satoshi', tetapi dia benar-benar menjalankan arah eksekutif Bitcoin atas nama Mossad,” Riley menambahkan.

Dokumen DOJ menunjukkan Ito berterima kasih kepada Epstein dalam email pada 2017 berjudul ‘Inisiatif Mata Uang Digital’. Ia menulis bahwa dana hibah memungkinkan MIT Media Lab bergerak cepat dan bisa merekrut pengembang Bitcoin. 

Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein (sandovallegacygroup)

Namun, anggapan bahwa hal itu menunjukkan Epstein memegang posisi manajemen senior di Bitcoin atau yayasannya adalah salah,  karena tata kelola Bitcoin bersifat terdesentralisasi, dirancang untuk menolak pengaruh dari satu sumber pendanaan tunggal. 

Sedangkan Gavin Andresen, Cory Fields, dan Wladimir van der Laan, dilaporkan tidak mengetahui sumber dana itu dan dibayar oleh MIT.

Beberapa organisasi kini mendanai pengembangan Bitcoin secara transparan, termasuk Dana Pengembangan Bitcoin dari Human Rights Foundation dan organisasi nirlaba seperti Brink.

Berkas Epstein menunjukkan bahwa ia lebih terlibat dalam lingkaran awal Bitcoin daripada mendanai proyek infrastruktur dan berinteraksi dengan orang-orang yang sekarang dianggap sebagai arsitek industri.

Email-email Epstein menunjukkan Epstein bergaul dengan kalangan awal dunia kripto, terutama Adam Back, Peter Thiel, dan Larry Summers.

Adam Back adalah ilmuwan komputer Inggris dan pakar kriptografi. Ia merupakan CEO Blockstream, perusahaan infrastruktur Bitcoin, sekaligus merupakan pencipta Hashcash pada 1997, sistem proof-of-work yang menjadi dasar teknis Bitcoin.

Sedangkan Peter Thiel adalah pendiri PayPal dan Palantir Technologies, perusahaan analitik data yang banyak bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan intelijen. Ia juga merupakan investor awal Facebook.

Lalu, Larry Summers adalah Menteri Keuangan AS periode 1999 - 2001 di era Presiden Bill Clinton.

Epstein juga berkirim pesan dengan Austin Hill, yang ikut mendirikan Zero–Knowledge Systems pada 1997, yang kemudian menjadi perusahaan riset terbesar dan paling banyak didanai yang berfokus pada teknologi cypherpunk untuk privasi, anonimitas, dan uang elektronik. 

Reid Hoffman juga ada dalam berkas Epstein. Hoffman adalah pengusaha internet, investor modal ventura, dan penulis Amerika yang paling dikenal sebagai salah satu pendiri LinkedIn.

Jaringan elit itu bertentangan dengan citra Bitcoin sebagai aset kripto yang sepenuhnya berbasis komunitas.

Epstein Tolak Pompom Harga Kripto

Dokumen DOJ mengungkapkan bahwa Epstein memiliki keraguan untuk mengambil keuntungan dari lonjakan harga token kripto.

Terdapat sejumlah email yang melibatkan Epstein dan salah satu pendiri Blockstream sekaligus mantan CEO, Austin Hill. Pada suatu waktu, Hill mengirim email kepada Ito, Epstein, dan Reid Hoffman, yang tampaknya merasa kesal tentang investasi yang dilakukan oleh beberapa investor Blockstream di beberapa pesaing yang dianggap sebagai ancaman, yaitu Ripple dan Stellar.

“Ripple, dan Stellar Project (SPL) baru milik Jed, buruk bagi ekosistem yang sedang kita bangun dan merugikan perusahaan kita karena investor mendukung dua kuda dalam perlombaan yang sama,” tulis Hill, dikutip dari Gizmodo, Selasa (3/3).

Epstein juga menerima email terusan rutin berisi pembaruan investor Coinbase dari salah satu pendiri Blockchain Capital, Brock Pierce.

Detailnya tidak jelas, tetapi tampaknya ada kesepakatan bisnis antara Epstein dan Blockchain Capital, karena salah satu email mengklaim perusahaan investasi itu membayar Epstein dan Richard Kahn, yang merupakan akuntannya sejak lama.

Salah satu email terusan, memuat informasi bahwa CEO Coinbase Brian Armstrong mengindikasikan bahwa bursa kripto itu sedang bekerja di balik layar untuk memastikan protokol Bitcoin tidak ‘terhambat oleh para idealis awal’.

Sekitar setahun kemudian, Coinbase menjadi salah satu penandatangan Perjanjian New York, yaitu rencana perubahan pada jaringan Bitcoin yang ditandatangani oleh banyak bursa Bitcoin, penyedia dompet, dan penambang terbesar.

Rencana tersebut akhirnya ditinggalkan sebelum selesai, setidaknya sebagian karena persepsi bahwa perubahan tersebut secara efektif akan menerapkan pengambilalihan korporasi atas protokol Bitcoin yang terdesentralisasi.

Dalam email lain dengan pengembang Bitcoin Jeremy Rubin, Epstein mengklaim bahwa ia memiliki kekhawatiran terkait etika dengan gagasan untuk mengambil keuntungan dari kenaikan harga token kripto.

“Saya sangat senang mendanai berbagai hal, tetapi karena saya tokoh terkenal, hal itu tidak boleh dipertanyakan secara etika,” kata Epstein kepada Rubin, yang mengindikasikan bahwa ia mungkin lebih khawatir tentang potensi publisitas buruk. “Kesepakatan mereka adalah untuk menaikkan harga kripto, itu berbahaya.”

Kesepakatan untuk menaikkan harga yang dimaksud yakni pompom kripto.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...