TikTok Disebut Akan Sediakan Fitur Dompet Digital dan Pinjaman Online di Brasil

Desy Setyowati
1 April 2026, 07:07
TikTok, brasil,
unsplash.com
TikTok
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

TikTok, yang dikendalikan oleh ByteDance asal Cina, dikabarkan sedang berupaya mendapatkan persetujuan dari bank sentral Brasil untuk beroperasi sebagai perusahaan teknologi finansial di bidang pinjaman (fintech lending) dan pembayaran.

Dua sumber Reuters yang mengetahui langsung tentang masalah itu mengatakan, TikTok telah mengajukan dua lisensi kepada regulator. Salah satunya akan memungkinkan perusahaan beroperasi sebagai 'penerbit uang elektronik', menawarkan akun prabayar bagi pengguna untuk menyimpan saldo, menerima dana, dan melakukan pembayaran di dalam aplikasinya.

Lisensi kedua akan menjadikan TikTok 'perusahaan kredit langsung', semacam fintech yang tidak dapat menerima simpanan publik, tetapi dapat meminjamkan modalnya sendiri atau bertindak sebagai platform yang menghubungkan peminjam dan pemberi pinjaman. Di Indonesia, bisnis ini dikenal dengan istilah pinjaman daring atau pindar.

Jika disetujui, langkah itu akan memungkinkan TikTok menawarkan serangkaian layanan keuangan dasar kepada masyarakat Brasil, mengikuti strategi yang dipopulerkan oleh Nubank yang kini menjadi bank digital terbesar di negara itu.

TikTok tidak menanggapi permintaan komentar. Tidak jelas apakah perusahaan bertujuan menawarkan serangkaian layanan baru atau hanya mendukung e-commerce dan monetisasi di platformnya.

Bank sentral Brasil juga menolak berkomentar.

Para eksekutif ByteDance, termasuk kepala Global Payments Liao Baohua, bertemu dengan kepala bank sentral Gabriel Galipolo di Brasilia pada Selasa pagi, menurut kalender publiknya.

ByteDance meluncurkan Douyin Pay di Cina pada 2021 untuk mendukung e-commerce di versi TikTok berbahasa Mandarin, bersaing dengan alat pembayaran yang sudah mapan seperti Alipay dan WeChat Pay.

TikTok juga berupaya mendapatkan lisensi pembayaran di Indonesia pada 2023, tetapi dilarang memproses transaksi secara langsung di platformnya, sehingga mendorong perusahaan untuk mencari kemitraan lokal.

Upaya ekspansi ke Brasil menandai langkah lain dalam rencana ekspansi regional TikTok setelah akhir tahun lalu menyatakan akan menginvestasikan lebih dari 200 miliar BRL atau Rp 680 triliun (kurs Rp 3.400 per BRL) untuk membangun pusat data di negara tersebut, sebuah pasar yang dikenal dengan penetrasi media sosial yang tinggi.

Menurut perusahaan riset DataReportal, TikTok memiliki 131 juta pengguna berusia 18 tahun ke atas di Brasil pada akhir 2025, dengan iklan menjangkau 80% dari seluruh orang dewasa di negara ini.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...