Miliarder Jeremy Grantham Prediksi Bitcoin Bakal Hilang Perlahan
Miliarder sekaligus salah satu pendiri perusahaan investasi GMO, Jeremy Grantham, kembali melontarkan kritik terhadap Bitcoin. Ia memprediksi aset kripto terbesar di dunia ini perlahan akan kehilangan relevansinya dalam beberapa dekade mendatang.
Dalam wawancara di program Squawk Box CNBC pada Jumat (26/6), Grantham menyebut Bitcoin sebagai aset yang "tidak berguna" dan bersifat spekulatif karena tidak memiliki nilai intrinsik.
"Selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, saya menduga Bitcoin akan memudar, bukan secara dramatis, melainkan perlahan," kata Grantham, dikutip dari CNBC Internasional, akhir pekan lalu (26/6).
Menurutnya, Bitcoin juga tidak dapat diandalkan sebagai penyimpan nilai karena pergerakan harganya sangat fluktuatif. "Bitcoin bukan bentuk penyimpan nilai yang stabil. Nilainya bisa turun setengah tanpa alasan khusus, bahkan ketika ekonomi sedang kuat, sehingga Anda tidak bisa bergantung padanya," ujarnya.
Grantham juga membandingkan Bitcoin dengan emas. Menurut dia, meskipun harga emas sempat terkoreksi dari rekor tertingginya, logam mulia ini tetap mampu memberikan kenaikan nilai yang solid dalam periode yang sama.
Selain menilai Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik, Grantham mempertanyakan kegunaan aset digital itu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Bitcoin belum terbukti memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
"Orang tidak menggunakannya untuk transaksi penting. Mereka tidak memakainya untuk membeli makan malam atau berbelanja di supermarket. Yang dilakukannya adalah memungkinkan para penjahat memindahkan uang," kata Grantham.
Pada setiap siklus pasar, harga Bitcoin pernah anjlok sedikitnya 70% dari puncaknya. Saat wawancara itu berlangsung, harga Bitcoin berada sekitar 52% di bawah level puncak yang dicapai pada Oktober 2025 dan diperdagangkan di bawah US$ 60.000. Sejumlah investor juga meyakini pelemahan harga kripto ini masih dapat berlanjut selama beberapa bulan ke depan.
Meski demikian, Bitcoin masih terus diadopsi oleh berbagai institusi keuangan. Misalnya, BlackRock melalui produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) dan Fidelity Investments melalui Wise Origin Bitcoin Fund menyediakan eksposur Bitcoin bagi investor setelah disetujuinya ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat oleh U.S. Securities and Exchange Commission pada Januari 2024. Langkah ini menjadi salah satu tonggak penting dalam meningkatnya adopsi Bitcoin oleh investor institusi.
