Grab Akuisisi Atome, Perkuat Bisnis Paylater di Indonesia hingga Singapura

Rahayu Subekti
16 September 2026, 14:34
Grab Akuisisi Atome, paylater,
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Grab bike Station di Plaza Semanggi, Jakarta Pusat (12/8).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Grab mengakuisisi Atome Financial, platform layanan buy-now, pay-later alias beli sekarang, bayar nanti yang berbasis di Singapura, dalam upaya memperluas bisnis pinjaman konsumen.

Pesaing Gojek di Indonesia itu mengumumkan rencana akuisisi tahap awal berupa kepemilikan saham pengendali sebesar 60% di Atome senilai US$ 1,49 miliar atau Rp 26,3 triliun (kurs Rp 17.680 per US$) secara tunai, dengan rencana untuk membeli sisa 40% saham sekitar dua tahun setelah transaksi pertama rampung.

"Struktur dua tahap itu sebagian dirancang untuk meminimalkan risiko transaksi dari sisi alokasi modal," ujar CFO Peter Oey dalam program acara "Squawk Box Asia" di CNBC, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (16/9).

Saham Grab ditutup turun 3,64% di Nasdaq setelah pengumuman tersebut.

Akuisisi ini merupakan bagian dari langkah Grab untuk mengembangkan bisnis layanan keuangannya melampaui penawaran yang ada saat ini. Perusahaan meyakini bahwa Atome dapat membantu dalam memperluas jangkauannya di sektor pinjaman konsumen.

Atome beroperasi di delapan pasar, yakni Singapura, Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Cina. Dengan begitu, Grab bisa memperluas bisnis paylater di kawasan, yang bersinggungan dengan wilayah operasinya yakni Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, dan Myanmar.

"Semua ini secara keseluruhan membawa kemampuan kami ke tingkat selanjutnya dalam hal layanan keuangan," kata Oey, seraya menambahkan bahwa kesepakatan itu akan memberikan nilai tambah bagi bisnis dan berkontribusi pada peningkatan proyeksi kinerja Grab untuk 2028.

"Atome bekerja sama dengan berbagai merek di sektor wisata, kecantikan, dan e-commerce, sehingga memberikan Grab akses ke bidang-bidang di mana kehadiran mereka sebelumnya masih terbatas," Oey menambahkan.

Transaksi itu diperkirakan rampung tahun depan, yang berarti kontribusi Atome akan lebih signifikan pada paruh kedua 2027 hingga 2028, katanya. Grab menargetkan segmen layanan keuangannya dapat menghasilkan EBITDA yang disesuaikan alias US$ 500 juta pada 2028.

"Grab berencana mempertahankan tim manajemen Atome, sementara jeda waktu antara kedua tahap akuisisi akan memberikan kesempatan bagi kedua perusahaan untuk menjajaki potensi sinergi," ujar Oey.

Selain kesepakatan dengan Atome, Oey menyoroti investasi mikro sebagai peluang potensial lainnya di Asia Tenggara. Akses terhadap kredit yang adil di Asia Tenggara merupakan bidang di mana perusahaan ingin bekerja sama dengan pihak regulator.

Bisnis Keuangan Grab Tumbuh 59% tetapi Masih Rugi

Grab menunjukkan pola yang sedikit berbeda. Pendapatan Financial Services naik 59% menjadi US$ 134 juta. Jika dihitung berdasarkan kurs konstan, pertumbuhannya mencapai 62%.

Kenaikan pendapatan terutama didorong peningkatan kontribusi bisnis pinjaman melalui GrabFin dan bank digital, termasuk kontribusi Superbank setelah dikonsolidasikan ke laporan keuangan Grab pada Juni 2026.

Total pinjaman yang disalurkan Grab sepanjang kuartal II mencapai rekor US$ 1,2 miliar, atau naik 72%. Lebih besar lagi yakni pertumbuhan Gross Loan Portfolio sebesar 197% menjadi US$ 2,3 miliar.

Grab menegaskan bahwa apabila kontribusi Superbank dikeluarkan, Gross Loan Portfolio tetap tumbuh dua kali lipat secara tahunan. Jadi, pertumbuhan loan book Grab bukan semata-mata akibat konsolidasi Superbank. Bisnis pinjaman organik Grab juga mengalami ekspansi yang signifikan.

Financial Services Grab mencatat EBITDA yang disesuaikan negatif US$ 15 juta, membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu minus US$ 26 juta. Perbaikan ini menunjukkan bahwa bisnis Grab sedang bergerak menuju titik impas. Manajemen menargetkan Financial Services mencapai profitabilitas pada paruh kedua.

Grab juga mencatat total simpanan nasabah pada tiga bank digitalnya, GXS Bank di Singapura, GXBank di Malaysia, dan Superbank di Indonesia, mencapai US$ 2,5 miliar pada akhir kuartal II 2026.

Konsolidasi Superbank menjadi salah satu faktor penting dalam ekspansi bisnis keuangan Grab. Sebelumnya, Grab mengumumkan bahwa setelah transaksi dengan Singtel, Superbank akan menjadi anak perusahaan Grab dan laporan keuangannya dikonsolidasikan ke segmen Financial Services. Superbank memiliki lebih dari 6 juta nasabah dan telah mencatat laba penuh pertama pada 2025.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...