Harga HP Diramal Melonjak dan Produsen Elektronik Terancam Bangkrut karena AI
Harga HP diramal melonjak mulai tahun ini dan produsen elektronik disebut terancam bangkrut, karena tingginya penggunaan memori untuk industri kecerdasan buatan alias AI.
CEO Phison Electronics, semikonduktor asal Taiwan, Pua Khein-Seng mengatakan tingginya permintaan memori misalnya, NAND Flash untuk industri AI, berpotensi membuat produsen elektronik bangkrut. “Banyak vendor sistem akan bangkrut atau menghentikan lini produk karena kekurangan memori,” kata dia dikutip dari PCGamer, Minggu (22/2).
NAND Flash adalah jenis memori non-volatile atau tidak hilang saat listrik mati, yang dipakai untuk menyimpan data secara permanen. Teknologi ini menjadi fondasi storage modern seperti SSD, kartu memori, dan flash drive, yang menyimpan data dalam bentuk sel seperti SLC, MLC, TLC, QLC dengan kapasitas besar.
Tren AI membuat permintaan cip dan memori melonjak. SK Hynix, produsen memori asal Korea Selatan, memperkirakan kekurangan pasokan akan berlanjut hingga akhir 2027, menunjukkan bahwa krisis ini akan meluas jauh melampaui 2026.
Selain ketersediaan memori yang menipis, produsen elektronik menghadapi tantangan dari sisi persyaratan pengadaan yang diperketat. Bahkan, ada pabrik memori yang meminta pembayaran tunai di muka hingga tiga tahun ke depan, bagi produsen elektronik yang ingin mengamankan kapasitas.
Skema seperti itu berpotensi membebani produsen perangkat yang memiliki margin tipis, terutama merek kecil dan menengah. Jika tidak mampu mengamankan pasokan lebih awal, mereka berisiko kehilangan akses terhadap komponen penting seperti NAND.
Dampaknya bisa beragam, mulai dari berkurangnya pilihan konfigurasi memori, kenaikan harga produk akhir, hingga kemungkinan penghentian sementara lini produk tertentu.
Harga HP Naik karena AI
Keterbatasan pasokan cip dan memori juga memicu kenaikan harga. Samsung misalnya, menaikkan harga cip memori 30% - 60% per November 2025, menurut sumber yang dikutip oleh Reuters. TrendForce juga melaporkan bahwa permintaan kontrak NAND Flash melonjak 60% pada November tahun lalu.
Sementara itu, Firma riset pasar khusus teknologi Counterpoint Research memproyeksikan harga memori naik 30% pada kuartal keempat 2025 dan berpotensi naik lagi 20% pada awal 2026.
Kondisi itu kemudian berdampak pada ketersediaan dan harga HP. Produksi ponsel pintar diperkirakan berkurang 200 juta sampai 250 juta unit.
Analis industri telekomunikasi memperkirakan kenaikan harga terburuk akan terjadi pada pertengahan 2026, setelah kontrak produksi baru mulai berlaku, sebagaimana dikutip dari Red94, pada Desember (10/12/2025).
Produsen yang terikat perjanjian jangka panjang yang dinegosiasikan sebelum kekurangan pasokan akan mulai merasakan kenaikan biaya yang pada kuartal kedua dan ketiga 2026.
International Data Corporation atau IDC dan Counterpoint Research sama-sama memperingatkan bahwa harga jual rata-rata smartphone akan meningkat secara signifikan selama paruh pertama tahun ini.
Harga jual rata-rata ponsel pintar diperkirakan naik menjadi US$ 465 atau Rp 7,75 juta (kurs Rp 16.680 per US$) pada 2026, dibandingkan US$ 457 atau Rp 7,6 juta pada 2025, menurut Direktur Riset Senior di IDC Nabila Popal dikutip dari CNN pada Desember.
Presiden Xiaomi Lu Weibing menekankan bahwa tekanan biaya pada produksi smartphone akan memburuk tahun depan. “Saya memperkirakan tekanan biaya akan jauh lebih berat tahun depan dibandingkan tahun ini,” kata dia dikutip dari Qoo10, pada November (24/11/2025).
Kepala Pemasaran Produk Global Realme Francis Wong mengatakan industri semikonduktor sudah terbiasa bergulat dengan perubahan harga seiring munculnya teknologi baru. Akan tetapi, kali ini, mereka belum siap menghadapi kecepatan permintaan AI yang signifikan.
"Di sektor semikonduktor, akan selalu ada ketidaksesuaian (antara penawaran dan permintaan)," ujar Wang dikutip dari CNN, pada Desember (10/12). "Ini agak di luar dugaan."
Dikutip dari 91Mobiles, Francis Wong mengatakan penyebab utama kenaikan harga HP pada 2026 yakni meningkatnya biaya untuk komponen NAND Flash, DRAM, dan SSD, bagian integral dari penyimpanan dan memori di setiap gadget.
DRAM atau Dynamic Random Access Memory adalah memori volatile, data hilang saat listrik mati. Ini merupakan RAM utama komputer atau server yang dipakai untuk memproses data secara cepat. Sedangkan, SSD atau Solid State Drive adalah perangkat penyimpanan berbasis NAND Flash yang menggantikan hard disk lama. SSD menggunakan controller dan cip NAND untuk menyimpan data dengan performa jauh lebih cepat.
Komponen-komponen itu mengalami kenaikan harga yang berkelanjutan, karena pasokan yang semakin ketat dan persaingan yang meningkat untuk mendapatkan cip seiring tren AI. Tren AI mendorong permintaan memori kelas atas. Komponen yang selama ini digunakan untuk smartphone hingga laptop, kini diprioritaskan untuk pusat data AI, server, dan komputasi bandwidth tinggi.
Produsen cip telah mengalihkan kapasitas dari DRAM dan NAND standar kelas gadget ke memori kelas perusahaan seperti HBM atau High Bandwidth Memory. Pergeseran ini berdampak terhadap harga HP. “Ini masalah di seluruh industri, tidak ada merek yang dapat menghindar,” kata Wong dikutip dari 91Mobiles, pada November (27/11/2025).
Situasi itu semakin memburuk karena ketegangan perdagangan yang berkelanjutan, penyesuaian kembali rantai pasokan, dan fluktuasi mata uang. Dengan negara-negara yang memperketat aturan ekspor teknologi dan mendiversifikasi pusat manufaktur mereka, biaya produksi meningkat bersamaan dengan waktu tunggu yang lebih lama.
