Pecat 360 Pegawai, Bos Grab Janji Tak Ada PHK Lagi Tahun Ini

Fahmi Ahmad Burhan
16 Juni 2020, 15:56
Pecat 360 Pegawai, Bos Grab Janji Tak Ada PHK Lagi Tahun Ini
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, driver Grab di kawasan Pinang Ranti, Jakarta TImur (9/4/2018).

Grab memecat 360 pegawai atau 5% kurang dari total karyawan imbas pandemi corona. Co-Founder sekaligus CEO Grab Anthony Tan berjanji tak akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lagi hingga akhir tahun ini.

“Saya memastikan bahwa tidak akan ada lagi PHK di organisasi secara menyeluruh pada tahun ini. Saya yakin dengan menjalankan rencana terbaru untuk memenuhi target yang telah ditetapkan, kami tidak akan melalui proses yang menyakitkan ini lagi dalam beberapa waktu mendatang,” kata Tan melalui pesan untuk karyawan, Selasa (16/6).

Tan mengaku, perusahaan sudah mencoba segala cara untuk menghindari PHK. Namun, pemecatan tak terhindarkan. “Kami sungguh meminta maaf atas apa yang terjadi hari ini. Kepada mereka yang terkena dampak, kami berutang penjelasan lebih lanjut kepada Anda,” katanya.

(Baca: Transaksi Anjlok, CEO Grab Sebut Pandemi Corona Krisis Terbesar)

Sejak Februari, Grab mengkaji dampak  dari pandemi Covid-19 terhadap bisnis perusahaan. Namun, Grab khawatir pandemi ini akan mengakibatkan resesi berkepanjangan dan perusahaan mempersiapkan diri untuk masa pemulihan yang diprediksi lama.

Selama beberapa bulan terakhir, Grab meninjau semua komponen biaya, mengurangi pengeluaran, dan menerapkan pemotongan gaji untuk manajemen senior. “Walaupun demikian, kami menyadari bahwa masih harus menjadi organisasi yang lebih ramping untuk mengatasi tantangan ekonomi pasca-pandemi virus corona,” katanya.

Perusahaan pun menghentikan beberapa proyek non-esensial dan mengonsolidasikan fungsi-fungsi di agar lebih efisiensi. Selain itu, membentuk ukuran tim yang tepat untuk menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...