eFishery Dikabarkan PHK 98% Karyawan, Pesangon dan THR Turun Hari Ini

Ringkasan
- Surya Paloh menilai wacana pemakzulan Presiden Jokowi tidak tepat dan membahayakan kepentingan nasional.
- Paloh menyayangkan isu pemakzulan yang beredar, karena menurutnya lebih penting untuk fokus pada kepentingan bangsa dan menyukseskan pemilu.
- Menurut Paloh, kepentingan politik tidak seharusnya menjadi landasan pemakzulan, dan masyarakat harus memetik pelajaran dari situasi politik yang memanas saat ini.

eFishery dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK 98% karyawan. Pesangon dan Tunjangan Hari Raya atau THR turun hari ini.
Sumber Katadata.co.id menyampaikan eFishery hanya menyisakan beberapa peran pekerjaan di bagian hilir, sumber daya manusia atau HR, dan keuangan. “Betul. Jumlah karyawan yang di-PHK jadi 98%,” kata dia, Selasa (25/2).
Ia mengatakan pesangon dan THR dibayarkan pada hari ini (25/2). Namun ia tidak memerinci nilai yang diberikan. "Yang jelas sesuai kesepakatan kontrak," ia menambahkan.
Dia menyampaikan hak pekerja sudah dipenuhi sesuai Undang-Undang Cipta Kerja. Rencana PHK juga sudah disampaikan kepada pegawai.
Gelombang PHK eFishery berlangsung secara bertahap sejak akhir Januari 2025. Awalnya 100, lalu bertambah menjadi 300, dan kini 98% dari total karyawan 1.500.
eFishery menangguhkan jabatan CEO Gibran Huzaifah dan Chief Product Officer atau CPO Chrisna Aditya pada pertengahan Desember 2024. Startup perikanan ini menunjuk Adhy Wibisono sebagai CEO interim dan Albertus Sasmitra sebagai interim CFO.
DealStreetAsia kemudian melaporkan Adhy mengundurkan diri dari posisi CEO pekan lalu. Posisinya digantikan oleh Martin Wong dari FTI Consulting.
Katadata.co.id mengonfirmasi kabar tersebut kepada manajemen eFishery di bawah FTI Consulting. Namun belum ada tanggapan.