GrabHemat dan Gojek GoRide Gacor, Pengemudi Ojol Untung atau Buntung?
Pelanggan ojol menyoroti program berlangganan Grab yaitu Grab Hemat dan Gojek GoRide Gacor . Bagaimana pandangan driver ojek online mengenai skema ini?
GoRide Gacor Merujuk pada program Gojek Gampang Cari Orderan. Jika mitra pengemudi ojol bergabung pada layanan ini, mereka akan mendapatkan pesanan GoRide Hemat maupun reguler.
GoRide Hemat adalah fitur layanan Gojek yang menawarkan tarif lebih murah dibandingkan GoRide Regular. Fitur ini memberikan opsi transportasi harian yang lebih ekonomis bagi penumpang.
Gojek menerapkan biaya berlangganan bagi mitra pengemudi ojol yang berpartisipasi dalam program GoRide Gacor. Besarannya sebagai berikut:
- 1 – 2 perjalanan GoRide Hemat per hari: Rp 2.500
- Pesanan 2-4 buah: Rp 7.000
- 5 – 8 pesanan: Rp 9.500
- Di atas 9 order: Rp 12.500
Pada masa uji coba, Gojek menawarkan promosi dengan biaya berlangganan hanya Rp 100. Biaya akan diambil pada hari berikutnya.
Pelanggan ojol Gojek bisa mendaftar dan berhenti mendaftar program GoRide Gacor kapan saja, namun dilakukan pada hari sebelumnya.
Dengan berlangganan GoRide Gacor, mitra pengemudi tidak akan dikenakan komisi 20% dari nilai transaksi untuk layanan GoRide Hemat. Potongan maksimal 20% diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022, dan diambil dari transaksi layanan pengantaran orang.
Salah satu mitra pengemudi Gojek, Aji, sempat mengikuti program GoRide Gacor. Ia memanfaatkan program ini pada jam-jam sibuk seperti pukul 06.30 WIB hingga 09.30 WIB dan pada pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.
“Sebenarnya ini lumayan karena order yang masuk menjadi banyak.Tetapi, (lokasi penjemputan) terlalu jauh,” kata Aji kepada Katadata.co.id , Senin (2/2). “Hanya tiga hari saya ikut.”
Hal senada disampaikan oleh mitra pengemudi ojol Gojek, Alip. Berdasarkan informasi yang ia dapat dari rekan-rekan sesama driver ojek online , lokasi penjemputan penumpang jauh, sehingga tidak menutup biaya langganan GoRide Gacor.
Saluran YouTube dengan nama akun Aspal Online mengatakan, Gojek juga menawarkan promosi biaya berlangganan GoRide Gacor saat masa uji coba. Pada bulan Desember 2025 misalnya, biayanya hanya Rp 100.
Ia yang menerima pesanan di Jawa Tengah maupun Surabaya, mencatat GoRide Gacor tidak serta-merta membuat pesanan terus menerus mengalir. Untuk mengatasi hal ini, ia mendaftarkan diri di banyak aplikasi seperti Grab dan ShopeeFood, agar pesanan terus mengalir.
Selain itu, strategi mendaftarkan akun di banyak aplikasi, menurut dia bisa menutup biaya langganan.
"Perlu hati-hati jika ingin mendaftar. Kalau kalian full di Gojek, biaya berlangganan tidak terasa kalau mendapatkan order di atas sembilan. Kalau seperti saya hanya dapat lima order, terpotong Rp 9.500, tanggung sekali kan,” ujar dia.
Katadata.co.id mengonfirmasi keluhan pengemudi ojol itu kepada Gojek, namun belum ada tanggapan.
Sementara itu, Grab Hemat adalah istilah yang Merujuk pada program Akses Hemat layanan GrabBike Hemat. Berdasarkan tangkapan layar atau screenshot yang dibagikan oleh mitra pengemudi ojol Grab, driver harus mendaftar terlebih dahulu untuk mengikuti program ini.
Kriteria mitra pengemudi yang dapat bergabung di program Akses Grab Hemat di antaranya:
- Mitra aktif dan menerima notifikasi penawaran
- Mendaftarkan diri pada formulir yang tertera dan berhasil memenuhi syarat
- Wajib berkomitmen terhadap pesanan dari Akses Hemat GrabBike Hemat
- Akses Hemat GrabBike Hemat akan terus berlanjut, kecuali mitra telah mengajukan permohonan diri pada formulir terpisah
Besaran biaya berlangganan Grab Hemat disebut naik, dengan rincian sebagai berikut:
| Sebelumnya | Per Januari 2026 | ||
| Jumlah pesanan GrabBike Hemat | Biaya Langganan | Jumlah pesanan GrabBike Hemat | Biaya Langganan |
| 0 | Gratis | 0 | Gratis |
| 1 – 2 | Rp 3.000 | 1 – 2 | Rp 2.500 |
| 3 - 4 | Rp 8.500 | 3 – 4 | Rp 7.000 |
| 5 - 6 | Rp 13.500 | 5 – 8 | Rp 9.500 |
| 7 - 9 | Rp 18.000 | 9 | Rp 12.500 |
| Di atas 10 | Rp 20.000 | 10 – 14 | Maksimum (Rp 12.500) + 10.000 |
| Di atas 15 | Maksimum (Rp 12.500) + 12.000 | ||
Katadata.co.id mengonfirmasi angka itu kepada Grab, namun belum ada tanggapan.
Tidak ada keterangan apakah Grab menggratiskan komisi bagi mitra pengemudi ojol yang mendaftar di GrabHemat. Namun berdasarkan keterangan pada Mei 2025, Director of 2-Wheels & Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti menyampaikan biaya ini belum potongan termasuk 20%.
Sementara itu, mitra pengemudi ojol Grab Alip mencontohkan penghasilan yang diperoleh jika mengikuti program Grab Hemat, yakni argo yang tercantum di aplikasi driver Rp 10.500, sudah termasuk komisi yang diambil aplikator 20%. Lalu, dipotong lagi Rp 3.000 untuk biaya berlangganan Grab Hemat.
“Itu merugikan,” kata Alip kepada Katadata.co.id , Senin (2/2). “Kalau tidak ikut program ini, pesan anyep atau gagu dalam bahasa ojol.”
Menurut dia, skema kemitraan dan biaya yang dikenakan pada masa-masa ketika aplikator pertama kali hadir di Indonesia, sudah cukup baik. Namun, dengan adanya program-program berlangganan, membuat penghasilan mitra berkurang.
“Kembalikan saja semua ke reguler seperti awal Grab hadir,” ujar dia.
Ia berharap ada aturan agar aplikator tidak membuat program yang merugikan mitra pengemudi ojol. Menurut dia, hal ini lebih utama daripada status mitra atau karyawan.
Hal senada disampaikan oleh mitra pengemudi ojol Grab Son Haji. Ia tak mempermasalahkan potongan 20% yang diambil oleh aplikator, asalkan tidak ditambah dengan biaya berlangganan Grab Hemat.
Ia memahami bahwa Grab Hemat bersifat opsional, sehingga bisa diikuti maupun disetop kapan saja. Namun jika tidak mengikuti program ini, sama seperti Alip, ia merasa orderan sepi.
Oleh karena itu, ia tetap mengikuti program Grab Hemat dan berupaya mengambil order jarak jauh agar penghasilan maksimal meski dikurangi biaya berlangganan.
“Lebih baik seperti dulu saat awal Grab hadir. Diambil (komisi) 20% tidak masalah, asalkan tidak ada program yang aneh,” ujar dia kepada Katadata.co.id, pekan lalu (28/1).
