Ojol Keluhkan Program Grab Hemat, Grab Sebut Biaya Langganan Sudah Proporsional

Rahayu Subekti
12 Februari 2026, 14:25
grab, ojol, grab hemat
Katadata/Fauza Syahputra
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu pesanan di Jalan Pegangsaan Timur, Cikini, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pengemudi ojol mengeluhkan program Grab Hemat karena biaya berlangganan yang dinilai memberatkan. Grab menyampaikan, program ini bersifat opsional dan biayanya sudah proporsional.

Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy menyampaikan, Program Akses Hemat yang diluncurkan sejak awal 2025, merupakan salah satu dari berbagai program yang dirancang sebagai upaya meningkatkan pendapatan harian mitra pengemudi ojol, melalui layanan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Grab menegaskan program ini bersifat opsional. Mitra pengemudi dapat membatalkan keikutsertaan Program Akses Hemat ini kapan saja tanpa adanya penalti,” kata Tirza dalam keterangan pers yang diterima Katadata.co.id, Kamis (12/2).

Grab Hemat adalah istilah yang Merujuk pada program Akses Hemat layanan GrabBike Hemat. Berdasarkan tangkapan layar atau screenshot yang dibagikan oleh mitra pengemudi ojol Grab, driver harus mendaftar terlebih dahulu untuk mengikuti program ini.

Kriteria mitra pengemudi yang dapat bergabung di program Akses Grab Hemat di antaranya:

  • Mitra aktif dan menerima notifikasi penawaran
  • Mendaftarkan diri pada formulir yang tertera dan berhasil memenuhi syarat
  • Wajib berkomitmen terhadap pesanan dari Akses Hemat GrabBike Hemat
  • Akses Hemat GrabBike Hemat akan terus berlanjut, kecuali mitra telah mengajukan permohonan diri pada formulir terpisah

Tirza memastikan program Grab Hemat telah dirancang sesuai dengan perundang-undangan. Program ini juga sudah melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek operasional, teknologi, dan keberlanjutan ekosistem.

“Berdasarkan hasil evaluasi kami dengan mitra-mitra pengemudi Grab aktif yang berlangganan Akses Hemat, mitra pengemudi merasakan adanya peningkatan rata-rata pendapatan harian dan justru berharap program itu tidak dihilangkan dan tetap berjalan,” katanya.

Katadata.co.id juga mengonfirmasi tentang angka-angka biaya berlangganan Grab Hemat sebagai berikut:

SebelumnyaPer Januari 2026
Jumlah pesanan GrabBike HematBiaya LanggananJumlah pesanan GrabBike HematBiaya Langganan
0Gratis0Gratis
1 – 2Rp 3.0001 – 2Rp 2.500
3 - 4Rp 8.5003 – 4Rp 7.000
5 - 6Rp 13.5005 – 8Rp 9.500
7 - 9Rp 18.0009Rp 12.500
Di atas 10Rp 20.00010 – 14Maksimum (Rp 12.500) + 10.000
Di atas 15Maksimum (Rp 12.500) + 12.000

Tirza tidak berkomentar mengenai angka itu benar atau tidak. Namun ia menyampaikan biaya berlangganan yang berlaku saat ini juga dinilai proporsional dengan peningkatan pendapatan yang dirasakan.

“Grab Indonesia menghormati hak setiap individu untuk menyampaikan aspirasi mereka secara damai dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Tirza.

Namun Grab berharap penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban umum, serta tidak merugikan mitra pengemudi lainnya dan masyarakat.

Ojol Keluhkan Harus Bayar Biaya Langganan meski Sudah Dipotong 20%

Tidak ada keterangan apakah Grab menggratiskan komisi bagi mitra pengemudi ojol yang mendaftar di Grab Hemat. Namun berdasarkan keterangan pada Mei 2025, Director of 2-Wheels & Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti menyampaikan biaya ini belum potongan termasuk 20%.

Sementara itu, mitra pengemudi ojol Grab Alip mencontohkan penghasilan yang diperoleh jika mengikuti program Grab Hemat, misalnya argo yang tercantum di aplikasi driver Rp 10.500, sudah termasuk komisi yang diambil aplikator 20%. Lalu, dipotong lagi Rp 3.000 untuk biaya berlangganan Grab Hemat.

“Itu merugikan,” kata Alip kepada Katadata.co.id , pekan lalu (2/2). “Kalau tidak ikut program ini, pesan anyep atau gagu dalam bahasa ojol.”

Menurut dia, skema kemitraan dan biaya yang dikenakan pada masa-masa ketika aplikator pertama kali hadir di Indonesia, sudah cukup baik. Namun, dengan adanya program-program berlangganan, membuat penghasilan mitra berkurang.

“Kembalikan saja semua ke reguler seperti awal Grab hadir,” ujar dia.

Ia berharap ada aturan agar aplikator tidak membuat program yang merugikan mitra pengemudi ojol. Menurut dia, hal ini lebih utama daripada status mitra atau karyawan.

Hal senada disampaikan oleh mitra pengemudi ojol Grab Son Haji. Ia tak mempermasalahkan potongan 20% yang diambil oleh aplikator, asalkan tidak ditambah dengan biaya berlangganan Grab Hemat.

Ia memahami bahwa Grab Hemat bersifat opsional, sehingga bisa diikuti maupun disetop kapan saja. Namun jika tidak mengikuti program ini, sama seperti Alip, ia merasa orderan sepi.

Oleh karena itu, ia tetap mengikuti program Grab Hemat dan berupaya mengambil order jarak jauh agar penghasilan maksimal meski dikurangi biaya berlangganan.

“Lebih baik seperti dulu saat awal Grab hadir. Diambil (komisi) 20% tidak masalah, asalkan tidak ada program yang aneh,” ujar dia kepada Katadata.co.id, pekan lalu (28/1).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...