Grab Raup Untung Setahun Penuh untuk Pertama Kali, Capai Rp 3,36 Triliun

Desy Setyowati
13 Februari 2026, 09:50
Grab untung,
Antara
Grab
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Grab mencatatkan untung setahun penuh untuk pertama kali sejak perusahaan berdiri. Laba mencapai US$ 200 juta atau Rp 3,36 triliun (kurs Rp 16.800 per US$), dibandingkan 2024 yang merugi US$ 158 juta.

Pendapatan tumbuh 20% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi US$ 3,37 miliar atau Rp 56,62 triliun. Sementara EBITDA yang disesuaikan melonjak 60% menjadi US$ 500 juta atau Rp 8,4 triliun. Arus kas bebas yang disesuaikan mencapai 58% dari total EBITDA yang disesuaikan atau US$ 290 juta sepanjang tahun.

CEO sekaligus co-founder Grab, Anthony Tan, menyatakan perusahaan telah melampaui 50 juta pengguna aktif bulanan yang bertransaksi selama kuartal IV, menutup tahun dengan kinerja yang disebutnya sebagai rekor.

“Kami akan membangun momentum ini dengan mengeksekusi strategi multi-tahun yang berfokus pada perluasan pasar yang dapat digarap melalui peningkatan keterjangkauan dan keandalan, serta memanfaatkan inovasi berbasis produk untuk memperdalam keterlibatan ekosistem dan memperluas lifetime value pengguna,” ujar Tan dalam keterangan pers, dikutip dari DealStreetAsia, Kamis (12/2).

Pada kuartal keempat saja, Grab membukukan laba US$ 153 juta atau Rp 2,57 triliun, naik dari US$ 11 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan meningkat 19% menjadi US$ 906 juta atau Rp 15,22 triliun.

Nilai transaksi bruto alias gross merchandise value (GMV) on-demand tumbuh 21% menjadi US$ 6,1 miliar.

Layanan pengantaran (deliveries) seperti GrabFood dan Grab express tetap menjadi bisnis terbesar pada 2025, sementara layanan keuangan menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, meskipun dari basis yang lebih kecil.

Segmen deliveries menghasilkan pendapatan US$ 1,8 miliar sepanjang tahun, tumbuh 21% yoy. GMV deliveries meningkat 21% menjadi US$14,2 miliar

Khusus pada kuartal keempat, pendapatan segmen ini mencapai US$ 481 juta, sementara GMV naik 21% menjadi US$ 3,9 miliar. 

Sementara itu, segmen mobility seperti Grab oke dan GrabXar tetap menjadi yang paling menguntungkan. Pendapatan setahun penuh tumbuh 16% menjadi US$ 1,22 miliar, dengan GMV naik 19% menjadi US$ 7,9 miliar. EBITDA yang disesuaikan juga meningkat 21% menjadi US$ 690 juta, dengan margin naik menjadi 8,7%.

Layanan keuangan mencatat pertumbuhan pendapatan tercepat, meskipun masih mencatatkan rugi.

Pendapatan setahun penuh naik 37% menjadi US$ 347 juta, sementara pendapatan kuartal IV tumbuh 34% menjadi US$99 juta, didorong ekspansi pembiayaan.

Portofolio pinjaman melonjak lebih dari dua kali lipat secara tahunan menjadi US$ 1,18 miliar pada akhir kuartal IV. Total pinjaman yang disalurkan selama kuartal tersebut meningkat 53% menjadi US$ 979 juta. Portofolio pinjaman bruto, tidak termasuk pencadangan kerugian kredit, mencapai US$1,28 miliar.

Kerugian EBITDA yang disesuaikan pada kuartal IV menyempit 6% menjadi US$ 25 juta. Namun untuk setahun penuh, rugi EBITDA yang disesuaikan melebar tipis menjadi US$ 110 juta akibat peningkatan pencadangan kerugian kredit seiring ekspansi buku pinjaman.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...