Gojek dan Grab Ungkap Penyebab Konsumen Sulit Dapat Ojol
Gojek dan Grab buka suara mengenai keluhan sejumlah konsumen yang kesulitan mendapatkan pengemudi ojol yang mau mengambil order pengantaran orang, barang maupun makanan.
Head of Driver Operations Gojek Bambang Adi Wirawan mengatakan, pada periode akhir Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri, ada perubahan pola pemesanan atau lonjakan permintaan pada jam-jam sibuk. “Khususnya di area bisnis di pusat Jakarta,” kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (12/3).
Jam sibuk, khususnya di Jakarta, dimulai lebih awal saat Ramadan dibandingkan hari-hari lainnya, yakni sejak pukul 15.30 WIB. Gojek mencatat peningkatan pemesanan mencapai puncaknya pada pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Di sisi lain, pada periode akhir Ramadan, Gojek memahami bahwa sebagian dari mitra pengemudi, khususnya yang beroperasi di kota-kota besar mulai melakukan perjalanan mudik. “Ada yang telah pulang kampung atau mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” ujar Bambang.
Berdasarkan data internal Gojek pada 2025 menunjukkan, para mitra kembali beraktivitas secara bertahap pada pekan pertama hingga kedua setelah Hari Raya Idul Fitri. “Hal ini seiring dengan kembali normalnya aktivitas masyarakat usai masa libur,” ujarnya.
Di luar hal-hal tersebut, ia menyebut faktor eksternal seperti cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik. Kondisi ini berakibat pada kepadatan lalu lintas turut mempengaruhi ketersediaan pengemudi.
“Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra,” kata Bambang.
Untuk mengantisipasi hal ini, ia mengimbau pengguna agar dapat mengalokasikan waktu lebih, khususnya dalam melakukan proses pemesanan maupun perencanaan perjalanan.
Dari sisi mitra driver, Gojek akan mengimplementasikan skema tarif khusus yang berlaku di periode libur Hari Raya Idulfitri untuk meningkatkan peluang pendapatan mitra. “Terdapat pula insentif atau bonus pendapatan tambahan untuk mitra driver yang telah menyelesaikan jumlah order tertentu,” ujarnya.
Ia menilai, langkah-langkah penting itu dijalankan untuk mengapresiasi mitra pengemudi yang tetap memilih melayani masyarakat pada periode libur Hari Raya Idul Fitri. Bambang mengatakan, Gojek senantiasa berkomitmen untuk memastikan kemudahan dan kenyamanan pengguna saat menggunakan layanan serta pada saat yang sama menawarkan ekosistem yang memberikan kesempatan bagi mitra pengemudi untuk mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan.
Director of Mobility, Food, and Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti juga mengatakan, permintaan layanan pengantaran orang, barang yakni GrabExpress, maupun makanan GrabFood, meningkat signifikan.
Pada saat yang sama, ketersediaan mitra pengemudi turut dipengaruhi oleh beberapa faktor. “Ini seperti kondisi cuaca hujan ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan, serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya,” kata Tyas kepada Katadata.co.id, Rabu (11/3).
Hal itu membuat konsumen membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan driver ojol.
Tyas memastikan saat ini tim operasional Grab tengah melakukan berbagai langkah untuk menstabilkan kembali ketersediaan mitra dan menjaga kualitas layanan. Termasuk juga melalui berbagai penyesuaian operasional untuk memastikan keseimbangan antara permintaan layanan dan ketersediaan pengemudi di lapangan, khususnya di area dengan permintaan tinggi.
Grab akan terus memantau perkembangan situasi ini secara berkala dan melakukan penyesuaian operasional yang diperlukan agar layanan bagi pengguna, merchant, maupun mitra dapat kembali berjalan lebih optimal, khususnya menjelang periode Ramadan dan Idulfitri yang selalu mengalami peningkatan permintaan.
“Kami terus berkomitmen memastikan semua layanan kami dapat digunakan secara optimal oleh pengguna dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan bagi para mitra pengemudi, merchant, serta bagi pengguna, terutama di momen jelang Idulfitri,” kata Tyas.
Sejumlah konsumen mengeluhkan sulitnya mendapatkan pengemudi ojol yang mau mengambil order pengantaran orang, barang atau bahkan pesan-antar makanan saat Ramadan dan menjelang Lebaran, sehingga memunculkan istilah ‘krisis ojol’ di media sosial. Driver ojek online pun mengungkapkan alasannya.
"Jakarta sedang krisis ojol kah? Atau saya saja yang sial? Sudah beberapa minggu ini, saya memesan Gofood dan Shopee instan, tetapi susah sekali mendapatkan driver ," tulis akun @trynnaheal melalui akun media sosial Thread pada Sabtu (7/3).
Unggahan itu direspons oleh beberapa warganet lainnya yang mengeluhkan hal serupa.
Asti, pekerja di Jakarta Pusat mengatakan, biasanya ia mudah mendapatkan driver ojol meski saat jam sibuk, kecuali saat hujan. “Sekarang memesan layanan ojek online sulit. Kalaupun dapat, itu lama sekali menunggunya, bisa sampai satu jam,” kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu malam (12/3).
Tarif layanan pengantaran orang juga meningkat. Asti biasanya mendapatkan tarif Rp 15 ribu, namun belakangan ini menjadi Rp 25 ribu. Itu pun tetap sulit mendapatkan driver ojol.
Lita, pegawai swasta di Jakarta Utara merasakan hal yang sama. “Harga layanan sudah naik signifikan pun tidak ada yang mau mengambil order. Padahal saya buru-buru untuk menuju ke kantor,” ujar dia kepada Katadata.co.id, Kamis (12/3).
Setyo Ardiansyah, mahasiswa yang berdomisili di Jakarta Barat juga kesulitan mendapatkan pengemudi ojol untuk memesan makanan atau bahkan untuk mengantarkan barang yang ia pesan di e-commerce. “Sudah sejak minggu lalu. Mau pesan makanan, tidak pernah ada yang mau ambil saat siang, sore, atau bahan malam,” katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (12/3).
Bahkan pesanan di e-commerce dengan opsi pengantaran instan, baru ia terima tiga hari kemudian, karena toko online kesulitan mendapatkan kurir.
