AI Generik Mulai Ditinggalkan, Google Bawa Gemini ke Industri Keuangan
Perkembangan kecerdasan buatan atau AI memasuki fase baru ketika perusahaan teknologi mulai mengembangkan solusi yang tidak lagi dirancang untuk kebutuhan umum, melainkan disesuaikan dengan karakteristik industri tertentu. Google Cloud melihat pendekatan AI generik belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sektor yang memiliki tuntutan tinggi terhadap keamanan, kepatuhan, dan akurasi data.
Google Cloud pada Kamis (27/8) meluncurkan Gemini Enterprise for Financial Services dan Legal sebagai rangkaian awal solusi industri khusus yang dibangun di atas platform Gemini Enterprise.
Khusus sektor keuangan, Google menawarkan agen AI yang dirancang untuk menangani berbagai workflow industri, mulai dari riset keuangan, penilaian risiko kredit, pemantauan portofolio hingga merangkum berita pasar.
Google Cloud menyebut kebutuhan tersebut muncul karena institusi keuangan beroperasi dalam lingkungan yang sangat teregulasi. Perangkat AI generik dinilai belum memiliki tingkat keamanan, presisi real-time, dan data lineage yang dibutuhkan institusi tersebut.
Di sisi lain, proses pelaporan dan pengumpulan data yang masih dilakukan secara manual dapat menyita waktu analis. Google menilai kondisi ini menjadi semakin penting ketika agentic AI mulai digunakan untuk menjalankan berbagai workflow secara lebih otomatis.
“Para profesional di sektor keuangan membutuhkan platform AI yang tidak mengharuskan mereka bergantung pada satu model atau ekosistem tertentu, dapat terhubung dengan sistem IT yang mereka gunakan sehari-hari, serta memiliki tingkat keamanan dan kepatuhan yang tinggi,” kata CEO Google Cloud Thomas Kurian dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (27/8).
Menurutnya, Gemini Enterprise for Financial Services menghubungkan model AI dengan data, sistem, keahlian, dan kontrol yang dibutuhkan oleh industri jasa keuangan.
Salah satu komponen utamanya adalah Financial Research Agent. Agen yang dikelola Google tersebut dirancang untuk mengotomatisasi proses riset sekaligus memberikan penjelasan mengenai hasil yang dihasilkan.
Agen tersebut dibangun dengan lebih dari 50 foundational skills. Hasilnya dilengkapi confidence scores, metodologi, data snapshots untuk kebutuhan audit, serta kutipan sumber sehingga pengguna dapat melakukan verifikasi.
Financial Research Agent dapat digunakan langsung melalui aplikasi Gemini Enterprise maupun diintegrasikan ke dalam workflow agen yang sudah dimiliki perusahaan melalui API Agent-to-Agent (A2A).
Agen tersebut juga dapat terhubung dengan berbagai sumber data enterprise melalui integrasi Model Context Protocol (MCP). Dengan demikian, pengguna dapat membuat laporan dan dokumen yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
AI Mulai Masuk Workflow Keuangan
Selain agen riset, Google menyediakan berbagai financial skills yang dirancang untuk menangani pekerjaan repetitif. Kemampuan tersebut mencakup penerapan panduan brand, pemformatan laporan, hingga akses terhadap data tertentu.
Google menyebut kemampuan ini dapat digunakan oleh berbagai fungsi di industri keuangan, termasuk private equity, wealth management, dan tim kepatuhan.
Workflow yang dapat didukung antara lain penilaian risiko kredit, pemantauan portofolio, peringkasan berita pasar, dan riset keuangan investigatif.
Perubahan ini menunjukkan bahwa penerapan AI di perusahaan mulai bergerak dari sekadar penggunaan chatbot atau asisten untuk menjawab pertanyaan menuju integrasi langsung dengan proses kerja.
Namun, untuk sektor keuangan, otomatisasi tersebut harus berjalan bersama mekanisme pengawasan. Karena itu, Google memasukkan kemampuan audit, keamanan, tata kelola, dan kepatuhan sebagai bagian dari arsitektur platform.
Google juga menyediakan konektor ke berbagai sumber data berlisensi. Total terdapat 13 integrasi, antara lain dengan CoinDesk Data & Indices, Daloopa, Dun & Bradstreet, FactSet, Finnhub, Fiscal.ai, Guidepoint, LSEG, Moody’s, MSCI, PitchBook, S&P Global, dan SEC Edgar.
Platform tersebut juga membuka akses terhadap third-party agents dari ekosistem mitra Google Cloud. Agen-agen tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan seperti verifikasi bisnis dan KYC, pemeriksaan kelengkapan dokumen pinjaman, analisis keuangan, hingga riset dan pengolahan data energi serta keberlanjutan.
Google menyatakanGemini Enterprise for Financial Services telah digunakan oleh sejumlah institusi keuangan global, termasuk CME Group dan Deutsche Bank. Platform Gemini Enterprise juga telah digunakan oleh BNY, Citi Wealth, Lloyds Banking Group, Macquarie Bank, dan Signal Iduna untuk mendukung workflow berbasis agentic AI.
Untuk saat ini, Gemini Enterprise for Financial Services baru tersedia dalam tahap preview bagi pelanggan Google Cloud secara global.
