Peta Ojol RI Makin Ramai, Lalamove dan Green SM Mulai Serius Tantang Gojek-Grab

Rahayu Subekti
4 September 2026, 19:14
Lalamove, Green SM, ojol, taksi online
Instagram @lalamoveid
Ilustrasi Lalamove Ride
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Peta persaingan layanan transportasi online di Indonesia mulai semakin ramai. Setelah bertahun-tahun didominasi sejumlah pemain besar seperti Gojek dan Grab, sejumlah perusahaan dengan model bisnis berbeda mulai memperluas pijakannya di bisnis mobilitas penumpang.

Dua di antaranya adalah Lalamove dan Green SM. Lalamove selama ini sebagai platform logistik dan pengiriman barang kini masuk lebih dalam ke layanan ride-hailing. Sementara Green SM mengembangkan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik.

Keduanya kini sama-sama memperluas layanan dan jaringan di Indonesia, meski dengan pendekatan berbeda.

Lalamove Gabungkan Ojol dan Delivery

Lalamove kini semakin serius mengembangkan Lalamove Ride, layanan transportasi penumpang menggunakan sepeda motor dan mobil. Langkah tersebut membuat Lalamove tidak lagi hanya bersaing di bisnis logistik, tetapi juga mulai masuk ke pasar yang selama ini menjadi wilayah utama perusahaan ride-hailing seperti Gojek dan Grab.

Layanan Lalamove Ride pertama kali di Jabodetabek pada Agustus 2024. Selanjutnya, Lalamove Ride hadir di Bandung pada 13 Februari 2025 melayani dengan cakupan layanan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Sumedang. 

“Dengan cakupan wilayah yang luas, Lalamove Ride siap menjadi solusi transportasi harian bagi masyarakat Bandung dan peluang baru bagi para mitra driver,” kata Lalamove dalam pengumuman di situs resmi perusahaan pada 10 Februari 2025.

Ekspansi Lalamove Ride terus berlanjut. Pada Mei 2026, perusahaan memperluas layanan tersebut ke Malang dan Cirebon. Lalamove menyebut langkah ini sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi mitra pengemudi.

“Mitra bisa mendapatkan dual income dari order ride dan delivery, dengan sistem kerja fleksibel tanpa target harian,” kata Lalamove dalam rilis perusahaan mengenai ekspansi Ride ke Malang dan Cirebon.

Strategi tersebut menjadi salah satu pembeda Lalamove. Perusahaan tidak hanya menawarkan layanan antarpenumpang, tetapi menggabungkannya dengan bisnis pengiriman yang telah lebih dulu menjadi basis bisnisnya.

Dengan model ini, seorang mitra dapat memperoleh pendapatan dari dua jenis layanan dalam satu ekosistem. Lalamove pun berupaya memanfaatkan jaringan pengemudi dan pengguna yang sudah terbentuk dari bisnis delivery untuk memperbesar layanan Ride.

Lalamove Ride kini mencakup layanan motor dan mobil. Untuk kendaraan roda empat, perusahaan menawarkan sejumlah kategori kendaraan, termasuk Car dan Car XL dengan kapasitas hingga enam penumpang.

Green SM Bangun Ekosistem Taksi Listrik

Jika Lalamove datang dari bisnis logistik, Green SM mengambil jalur berbeda. Perusahaan masuk ke pasar mobilitas Indonesia dengan mengandalkan kendaraan listrik.

Green SM saat ini menawarkan layanan taksi berbasis kendaraan listrik melalui kategori Green Car dan Green Premium. Perusahaan telah memperluas layanan dari Jakarta ke sejumlah kota lain, termasuk Makassar, Surabaya, Bali, dan Bandar Lampung.

Mengutip situs resminya, Green SM di Bali menggandeng Taksi Komotra untuk meluncurkan layanan taksi yang sepenuhnya menggunakan kendaraan listrik pada 27 Februari 2026. Dalam kerja sama tersebut, Green SM menyediakan teknologi, kendaraan listrik, standar operasional dan sistem pengembangan pengemudi.

Ekspansi Green SM tidak berhenti pada penambahan armada. Pada April 2026, perusahaan meluncurkan Green SM Platform yang memungkinkan pemilik maupun penyewa kendaraan listrik VinFast bergabung sebagai mitra.

Dalam rilisnya, Green SM menyebut platform tersebut ditujukan untuk memperluas ketersediaan pengemudi dan kendaraan, sekaligus menjaga standar layanan di dalam ekosistemnya.

Platform ini menawarkan skema bagi hasil yang kompetitif hingga 90%, disertai program insentif berbasis performa, sehingga memungkinkan mitra pengemudi mendapatkan pendapatan yang stabil sekaligus membuka peluang pengembangan jangka Panjang,” demikian pernyataan tertutulis melalui situs resmi Green SM.

Model ini membuat Green SM mulai bergerak dari operator taksi listrik menuju platform mobilitas yang lebih terbuka. Dengan melibatkan pemilik dan penyewa kendaraan sebagai mitra, perusahaan memiliki peluang memperluas jumlah kendaraan tanpa sepenuhnya mengandalkan armada yang dioperasikan sendiri.

Green SM juga memperkuat sisi teknologi. Perusahaan memperbarui aplikasinya dengan fitur personalisasi berbasis kecerdasan buatan atau AI. Versi terbaru ini menghadirkan sistem berbasis AI yang mampu beradaptasi secara real-time terhadap perilaku pengguna.

“Halaman utama secara otomatis menampilkan layanan yang relevan berdasarkan pola pemakaian, waktu, dan lokasi, sehingga pengguna dapat mengakses opsi yang paling sesuai dengan lebih cepat. Sistem ini juga terus belajar dari preferensi pengguna untuk mengantisipasi kebutuhan dan memberikan rekomendasi perjalanan yang lebih tepat,” tulis perusahaan.

Pergerakan Lalamove dan Green SM memperlihatkan dua strategi berbeda dalam memasuki pasar transportasi online Indonesia.

Lalamove mencoba menggabungkan delivery dan ride-hailing. Kekuatan yang ditawarkan adalah jaringan logistik dan fleksibilitas bagi mitra untuk memperoleh order dari dua jenis layanan.

Sementara itu, Green SM membangun diferensiasi melalui kendaraan listrik dan teknologi. Perusahaan tidak masuk ke layanan ojek online, tetapi memperkuat posisi di layanan mobil atau taksi online berbasis EV.

 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...