Tiga Startup Raih Dana Rp15 Miliar untuk Kembangkan Teknologi Iklim di RI
Tiga startup teknologi iklim, CRecTech, Blueyou, dan MacroCycle Technologies, mendapatkan dana katalitik total Rp15 miliar untuk menguji coba solusi mereka di Indonesia. Dana tersebut diberikan melalui Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026 yang diselenggarakan East Ventures, Temasek Foundation, dan Tencent.
Masing-masing perusahaan memperoleh dana Rp 5 miliar. CIIC 2026 merupakan edisi keempat sejak pertama kali digelar pada 2023. Grand Finale kompetisi berlangsung pada 6 Oktober 2026 sebagai bagian dari Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026.
Kompetisi ini menarik lebih dari 850 pendaftar dari sekitar 60 negara. Dari jumlah tersebut, sembilan finalis terpilih untuk mempresentasikan solusi mereka di babak final. Para finalis juga mendapat pendampingan dari pemimpin industri untuk mengembangkan proyek dan memperbesar dampaknya.
Dalam kompetisi tersebut, CRecTech menjadi pemenang kategori Transisi Energi. Perusahaan ini mengembangkan teknologi untuk mengolah biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi bio-metanol.
Teknologi tersebut diklaim mampu menekan biaya hingga 50% dan mengurangi emisi hingga 93%. CRecTech akan menggunakan dana dari CIIC untuk mempercepat uji coba dan penerapan komersial di Indonesia bersama mitra lokal, termasuk Pertamina.
Sementara itu, Blueyou memenangkan kategori Solusi Alam & Pangan. Perusahaan tersebut mengembangkan restorasi mangrove di lahan terdegradasi yang dipadukan dengan produksi pangan biru tanpa pakan dan bahan kimia. Model tersebut ditujukan untuk meningkatkan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat.
Bidik Pengolahan Limbah Tekstil di Indonesia
MacroCycle Technologies memenangkan kategori Ekonomi Sirkular melalui teknologi daur ulang poliester dari tekstil menjadi produk tekstil kembali.
Teknologi tersebut menggunakan energi 80% lebih rendah, menghasilkan emisi CO₂ 80% lebih rendah, dan menggunakan air 99% lebih rendah dibandingkan proses konvensional. Harga produk yang dihasilkan disebut setara dengan produk konvensional.
Co-Founder & CEO MacroCycle Technologies Stwart Pena Feliz mengatakan penghargaan tersebut memungkinkan perusahaan menjalankan proyek pertamanya di Asia. Proyek tersebut akan berfokus pada pengelolaan limbah tekstil di Indonesia.
“Dengan lebih dari 80% manufaktur tekstil dunia berlangsung di Asia, MacroCycle selama ini terus mencari cara terbaik untuk memasuki pasar ini,” ujar Stwart.
Komitmen Pendanaan dan Hibah
Selain dana Rp 15 miliar untuk tiga pemenang, sejumlah komitmen pendanaan dan investasi juga diumumkan dalam Grand Finale CIIC 2026.
Tencent memberikan komitmen pra-pembelian kredit karbon senilai US$1 juta atau Rp 17,88 miliar (kurs Rp 17.880 per US$) kepada Yagasu dan Sinar Mas Agribusiness & Food memberikan hibah sebesar US$50.000 atau Rp 894,32 juta kepada CRecTech.
Di sisi lain, Mana Impact turut memberikan investasi US$50.000 atau Rp 894,32 juta kepada Blueyou, sedangkan Vinerock Capital memberikan investasi dengan nilai yang sama kepada CRecTech.
Partner East Ventures Avina Sugiarto mengatakan CIIC bertujuan mempertemukan inovasi iklim dengan kebutuhan penerapan di lapangan.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada tantangan iklim saat ini, tetapi juga mendorong pembangunan fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Head of Climate and Liveability Temasek Foundation Heng Li Lang mengatakan pendanaan dan pendampingan dalam CIIC diharapkan membantu para inovator memvalidasi solusi, mengembangkan skala, dan menerapkannya di Indonesia.
“CIIC akan mendukung para inovator di bidang iklim untuk memvalidasi, mengembangkan skala, dan pada akhirnya menjawab sejumlah tantangan iklim terbesar yang dihadapi umat manusia,” kata Heng.
Penulis: Reihan Cahya (magang)
