Pesaing Gojek dan Grab Dukung Pembatasan Diskon Tarif Ojek Online

Image title
17 Juni 2019, 09:23
Bonceng dukung pembatasan diskon tarif ojek online.
Instagram bonceng.id
Ilustrasi Bonceng. Pendiri sekaligus CEO Bonceng Faiz Noufal mendukung rencana pemerintah untuk membatasi pemberian diskon tarif ojek online.

Pendiri sekaligus CEO Bonceng Faiz Noufal mendukung rencana pemerintah untuk membatasi pemberian diskon tarif ojek online (ojol). Melalui pembatasan tersebut, menurutnya persaingan usaha di industri layanan berbagi tumpangan (ride-hailing) akan lebih sehat.

Berdasarkan informasi yang diterima Faiz, penyedia layanan ojek online seperti Gojek dan Grab memberikan diskon hingga 50% dari tarif normal. "Saya mendukung pemerintah untuk mendewasakan industri ini dalam jangka panjang, supaya terjadi persaingan yang sehat," kata dia dalam siaran pers, kemarin(16/6).

Advertisement

Pemberian diskon tarif ojek online dalam jumlah besar tersebut, menurutnya bisa mengarah pada predatory pricing. Predatory pricing merupakan strategi untuk menyingkirkan pesaing, dengan menetapkan harga produk yang sangat rendah. Bila hal ini berlanjut, ia khawatir akan terjadi monopoli.

Karena itu, ia berharap pemerintah membuat kebijakan guna melindungi konsumen baik mitra pengemudi maupun penumpang, serta industri berbagi tumpangan. "Terkait diskon tarif ini tergantung masing-masing perusahaan. Hanya, pemerintah bisa melindungi konsumen dengan merilis satu regulasi," kata Faiz.

(Baca: KPPU Awasi Operator jika Diskon Tarif Ojek Online Mematikan Pesaing)

Pesaing lokal Gojek dan Grab ini menerapkan skema kemitraan yang berbeda, yakni dengan sistem setoran Rp 50 ribu setiap pekan bagi mitra pengemudinya. Selain Bonceng, Anterin.id menerapkan sistem setoran Rp 20 ribu per hari bagi mitra pengemudinya. Bahkan, motor yang dipinjamkan Anterin.id akan menjadi milik mitra pengemudi setelah membayar setoran selama tiga tahun.

Halaman:
Reporter: Fariha Sulmaihati
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement