Signal Kebanjiran Pengguna, Dikhawatirkan Disusupi Ekstremis Trump

Fahmi Ahmad Burhan
27 Januari 2021, 11:25
Banjir Pengguna, Pegawai Khawatir Signal Disusupi Ekstremis Trump
Signal
Aplikasi pesan Signal

Aplikasi percakapan Signal mengalami lonjakan pengguna di tengah kekhawatiran atas kebijakan penggunaan data WhatsApp. Pegawai Signal khawatir, platform disusupi oleh kelompok ekstremis yang mendukung mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Saat rapat, salah satu karyawan Signal yakni Gregg Bernstein bertanya kepada CEO Moxie Marlinspike terkait upaya mencegah ekstremis Trump menyebarkan kampanye di platform. Gregg mengatakan bahwa perusahaan tidak mengantisipasi hal ini.

Advertisement

"Signal tidak memiliki kebijakan ini (menangkal kelompok ekstremis). Mereka juga menolak untuk mempertimbangkan seperti apa kebijakan ke depan," kata Gregg dikutip dari Business Insider, Selasa (26/1).

Ia mengatakan, Signal baru akan melakukan tindakan jika pengguna menyalahgunakan platform atau melakukan hal-hal yang dianggap buruk. “Itu bukan strategi. Ini hanya berharap hal-hal buruk tidak terjadi,” ujar Gregg.

Gregg khawatir, ada kelompok ekstremis Trump yang menggunakan Signal di tengah banjirnya pengguna baru. Namun ia tidak memerinci kekhawatirannya jika para fanatik Trump berinteraksi di Signal.

Pria yang bekerja sebagai engineer itu pun keluar dari Signal pada bulan ini.

Aplikasi Signal memang kebanjiran pengguna baru pada awal tahun ini. Dalam sepekan, jumlah penggunanya meningkat 4.200%.

Berdasarkan data Sensor Tower, pengguna aplikasi pesan ini bertambah 7,5 juta selama 6-10 Januari. Pada Rabu (13/1), Signal bahkan masuk dalam daftar puncak aplikasi yang banyak diunduh di Google Play Store dan App Store.

Selain karena pengguna beralih dari WhatsApp, Signal direkomendasikan oleh CEO Tesla Elon Musk. Aplikasi ini juga didukung oleh whistleblower AS Edward Snowden.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement