Facebook Rilis Instagram Lite yang Cocok untuk Ponsel Rp 1 Jutaan
Facebook meluncurkan Instagram Lite di 170 negara. Aplikasi ini hanya membutuhkan ruang penyimpanan 2 MB, sehingga dapat digunakan pada ponsel dengan spesifikasi rendah.
Selama ini, aplikasi Instagram membutuhkan ruang penyimpanan 30 MB. Sedangkan Instagram Lite hanya membutuhkan 2 MB, namun tetap memiliki semua fitur dasar seperti pengeditan, berbagi konten, serta melihat foto dan video.
Aplikasi ringan tersebut juga mempunyai kemampuan menambahkan stiker, membuat dan melihat Instagram Stories, IGTV, serta algoritme penemuan dan rekomendasi.
Yang tidak ada pada Instagram Lite yakni membuat konten Reels, mode gelap, belanja, dan enkripsi end to end. Namun, perusahaan dikabarkan sedang mengerjakan enkripsi untuk aplikasi ini.
Instagram Lite juga hanya tersedia di Android. “Belum ada versi iOS,” demikian dikutip dari TechCrunch, Kamis (11/3).
Aplikasi tersebut dapat digunakan pada ponsel dengan spesifikasi ringan, yang biasanya dijual sekitar Rp 1 juta. Smartphone segmen ini menjadi tren selama pandemi corona, karena dibutuhkan untuk bekerja dan belajar dari rumah.
Peneliti gadget dari Gatorade Lucky Sebastian memprediksi, penjualansmartphone dengan harga terjangkau meningkat pada 2021. "Jadi persaingan akan semakin sengit," kata Lucky kepada Katadata.co.id, akhir tahun lalu (16/12/2020).
Spesifikasi yang menjadi andalan antara lain kamera dan daya tahan baterai. Konsumen biasanya mengkaji kemampuan kamera untuk mengambil foto dan video, karena TikTok, YouTube, dan Instagram menjadi tren.
Benar saja. Samsung gencar merilis ponsel Rp 1 jutaan di Indonesia awal tahun ini.
Yang terbaru, perusahaan asal Korea Selatan itu merilis Galaxy M02 yang dibanderol Rp 1.299.000. Ponsel ini mengandalkan cip (chipset) Mediatek MT6739W. Sedangkan kapasitas memori atau RAM 2 GB, dengan media penyimpanan 32 GB.
Meski begitu, produsen smartphone asal Tiongkok seperti Vivo, OPPO, Xiaomi, dan Realme lebih dulu gencar menjual ponsel Rp 1 juta di Tanah Air. Berdasarkan data Canalys, produsen Vivo menguasai 25% pasar pada kuartal akhir tahun lalu.
Selanjutnya yakni OPPO (24%), Xiaomi (15%), dan Realme (15%). Jika dijumlahkan, keempat ponsel Tiongkok ini menguasai 79% pangsa pasar di Nusantara.
Posisi Samsung bahkan digeser oleh Realme, menjadi hanya 14%. Penjualan ponsel asal Korea Selatan itu turun 45% pada kuartal akhir tahun lalu.
Sedangkan pasar ponsel di Indonesia sangat besar. Jumlah penggunanya diprediksi 76% dari total populasi tahun ini, sebagaimana terlihat pada Databoks berikut:
