Kaleidoskop 2022: Diawali Euforia NFT, Diakhiri Tren Startup PHK

Desy Setyowati
28 Desember 2022, 10:00
startup, kaleidoskop 2022
Freepik
Ilustrasi digital.

Industri digital di Indonesia diawali dengan optimisme terhadap bisnis kripto, terlebih dengan viralnya Ghozali Everyday yang meraup miliaran rupiah berkat menjual NFT atau non fungible token. Namun, kripto dan NFT bertumbangan mulai pertengahan hingga akhir 2022.

Sektor ini juga diwarnai dengan startup yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), tutup, maupun bangkrut. Tren ini bahkan diperkirakan berlanjut hingga tahun depan.

Selain itu, peretas atau hacker Bjorka mewarnai pemberitaan tentang digital tahun ini. Ia bahkan masuk daftar kata kunci (keyword) yang paling banyak dicari di Google Search dan YouTube tahun ini.

Meski telah melakukan serangkaian serangan siber kepada kementerian, pejabat hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), identitas Bjorka belum juga diketahui.

Berikut rangkuman peristiwa terkait industri digital tahun ini:

Ghozali Everyday Raih Miliaran Berkat NFT Selfie

Nama Ghozali Everyday viral di media sosial, karena meraup miliaran rupiah berkat menjual NFT berupa foto diri (selfie) di marketplace aset digital OpenSea.

NFT adalah aset digital yang menggambarkan objek asli seperti karya seni, musik, atau item yang terdapat pada video dan game dalam format JPEG, PNG, MP4, dan lainnya. Aset sejenis kripto ini tidak dapat digandakan atau diganti.

Setelah itu, masyarakat Indonesia ramai menjual NFT berupa foto bakso hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP) di OpenSea.

TaniHub Memulai Tren Startup PHK

TaniHub menutup dua warehouse atau pergudangan yakni di Bandung dan Bali. Startup pertanian ini juga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK karyawan.

Setelah itu, ada lebih banyak startup yang melakukan PHK. Rinciannya per 19 Desember, sebagai berikut:

  1. Xendit
  2. Carsome
  3. Shopee Indonesia
  4. Grab
  5. Tokocrypto
  6. MPL
  7. Lummo
  8. Tanihub
  9. Mamikos (belum ada konfirmasi)
  10. Zenius (dua kali PHK)
  11. JD.ID (Mei dan Desember 30% atau 200 orang)
  12. Line
  13. Beres.id
  14. Pahamify
  15. LinkAja
  16. SiCepat
  17. Yummy Corp (belum ada konfirmasi)
  18. Bananas
  19. Ruangguru
  20. GoTo 12% atau 1.300 orang
  21. KoinWorks
  22. Ajaib
  23. OYO 10% dari total atau 250 orang
  24. Sayurbox 5%
  25. Ula 23% atau 134 orang
  26. Sirclo 8% karyawan
  27. Glints 18%
  28. Shipper 8% atau 65 orang

Investor dari kalangan modal ventura memperkirakan tren startup melalukan PHK berlanjut hingga tahun depan.

Kebangkrutan Ratusan Bursa Kripto Global

Three Arrows Capital atau 3AC yang mengajukan kebangkrutan terkena krisis likuiditas dalam ekosistem kripto. Perusahaan ini gagal membayar utang, sehingga mengalami krisis likuiditas.

Kejatuhan 3AC berdampak pada perusahaan kripto lainnya, yakni Voyager Digital Ltd. dan Alameda Research. Hal ini karena korporasi saling terkait, baik karena utang maupun investasi.

Pada akhir tahun, bursa kripto milik miliarder Sam Bankman-Fried dan 130 perusahaan afiliasinya bangkrut. Sam Bankman-Fried kemudian ditangkap atas delapan dakwaan, termasuk dugaan penipuan dan terancam penjara 115 tahun.

Sam Bankman-Fried juga disebut-sebut terkait dengan kebangkrutan 3AC dan Voyager Digital Ltd.

Pada Juli, bursa kripto Celcius juga bangkrut meski tidak terkait dengan 3AC maupun Voyager Digital Ltd. Namun kejatuhan Celcius berdampak pada bursa kripto yang beroperasi di Indonesia, yakni Zipmex.

Bursa kripto Zipmex juga sempat menghentikan sementara penarikan dana untuk fiat dan aset. Zipmex mengungkapkan, penghentian ini berhubungan dengan masalah keuangan rekan mereka, termasuk Celsius.

Bjorka Curi Miliaran Data Warga Indonesia

Hacker Bjorka mengunggah file berisi 1,3 miliar data SIMCard masyarakat Indonesia di forum Breached.to. Saat kabar ini muncul, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa 20% data sampel yang diunggah valid.

Namun hingga kini belum ada penjelasan apakah seluruh data yang diunggah oleh Bjorka tersebut valid.

Setelah itu, Bjorka melakukan sejumlah serangan siber. Namun hingga kini, identitasnya belum juga diketahui.

Tarif Ojek Online Naik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikkan tarif ojek online. Selain itu, menurunkan batas maksimal biaya bagi hasil yang boleh diambil oleh aplikator seperti Gojek dan Grab, dari tiap transaksi mitra pengemudi, yakni dari 20% menjadi 15%.

Besaran tarif baru ojek online sebagai berikut:

UU Pelindungan Data Pribadi Terbit

UU Pelindungan Data Pribadi atau UU PDP resmi disahkan oleh DPR pada 20 September. Kemudian ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada

Regulasi itu dibahas selama beberapa tahun. Salah satu isu yang alot dibahas yakni posisi lembaga pelindungan data pribadi.

DPR ingin lembaga tersebut di bawah presiden, sementara Kominfo menginginkan di bahwa kementerian.

Keduanya akhirnya sepakat bahwa lembaga pelindungan data pribadi akan dibentuk langsung oleh presiden.

UU Pelindungan Data Pribadi memuat kewajiban perusahaan maupun instansi yang mengelola data masyarakat. Regulasi ini juga membahas soal sanksi bagi yang melanggar, tetapi tidak menyebutkan hukuman bagi kementerian dan lembaga (K/L).

Startup Fabelio Bangkrut

Startup furnitur Fabelio dinyatakan pailit dan dikabarkan tidak membayarkan gaji pegawai sejak akhir 2021. Kemudian, disusul oleh sejumlah perusahaan rintisan yang menutup layanan, meski tidak sampai dinyatakan pailit, di antaranya:

  1. Beres.id
  2. Brambang
  3. Mobile Premier League (MPL)
  4. Sayurbox
  5. Tanihub
  6. Trafi
  7. Blocknom
  8. HappyFresh
  9. Traveloka
  10. Bananas
  11. Elevenia

Ada yang menutup layanan, dan beralih ke bisnis lain. Ada juga yang menutup operasional di Indonesia, tetapi tetap memperkuat layanan di negara lain.

Kemudian, Sayurbox, TaniHub dan Traveloka menutup layanan dan berfokus pada bisnis yang lain. Sedangkan HappyFresh sempat menutup layanan, namun kemudian beroperasi kembali setelah mendapatkan utang.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...