Kominfo Dorong Penggunaan 5G, Potensi Sumbang Rp 3.500 T ke Ekonomi RI

Lavinda
Oleh Lavinda
5 Juli 2023, 13:03
5G
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nz
Foto udara teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) XL Axiata di Pantai Barat, Desa Pananjung, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (9/12/2022).

Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo bersama penyelenggara layanan seluler berupaya mempercepat Implementasi teknologi telekomunikasi generasi kelima atau 5G. Pasalnya, hal ini berkontribusi besar terhadap peningkatan produk domestik bruto atau PDB nasional.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Wayan Toni Supriyanto menyatakan upaya yang dilakukan salah satunya untuk mendukung kota cerdas atau smart city.

Mengutip hasil riset dari Institut Teknologi Bandung pada 2020, Wayan menyatakan pengembangan layanan 5G akan berdampak besar pada peningkatan ekonomi masyarakat dan industri di Indonesia.

Dia menyebutkan perkembangan jaringan 5G di Indonesia berpotensi menyumbang lebih dari Rp 2.800 triliun atau setara dengan 9,5% dari total PDB pada 2030. 

"Angka tersebut bahkan berpotensi melonjak menjadi Rp 3.500 triliun atau setara 9,8% dari total PDB Indonesia pada 2035,” ungkapnya dalam Seminar Journey to 5G Smart City di Surakarta, Selasa (04/07).

Menurut Wayan, inovasi dan kemajuan teknologi 5G berdampak pada layanan komunikasi. Teknologi 5G memiliki kemampuan konektivitas throughput lebih cepat, latensi lebih rendah, dan jumlah koneksi sensor yang lebih masif.

Dengan demikian, hal ini bisa menghubungkan jutaan perangkat, terutama untuk kebutuhan internet of things, virtual reallity, dan artificial intelligence.

“Kemampuan 5G tersebut memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia, khususnya pada era 4.0, baik untuk sektor industri, kesehatan, transportasi, pariwisata maupun smart city,” ujarnya.

Di Indonesia, jaringan 5G telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2021. Saat ini, layanan 5G di Indonesia sudah tersedia di wilayah Jabodetabek, Medan, Solo, Bandung, Surabaya, Makassar, Batam, Denpasar, dan Balikpapan.

Dirjen Wayan Toni menjelaskan teknologi 5G menjadi pendorong sektor vertikal yang berdampak pada pertumbuhan PDB Nasional.

“Baik untuk sektor industri manufaktur, kawasan industri, industri pertambangan, industri minyak dan gas bumi, industri pariwisata dan ekonomi kreatif maupun pada implementasi smart city yang sudah dicanangkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Terkait implementasi kota cerdas, Kominfo berupaya menghadirkan lebih banyak smart city di Indonesia pada 2024 melalui Gerakan Menuju Smart City dengan target 150 kabupaten dan kota terafiliasi untuk penerapan kota cerdas.

“Dengan kehadiran teknologi 5G ini diharapkan dapat membantu percepatan program smart city di Indonesia. Saat ini, 5G smart city baru diimplementasikan di Kota Surakarta untuk keperluan Smart Kampung dan layanan pengaduan masyarakat,” jelas Wayan.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...