Eks Ahli IT Google Diduga Mencuri Teknologi AI untuk Perusahaan Cina
Mantan software engineer Google ditangkap karena diduga mencuri teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) ke dua perusahaan Cina.
Linwei Ding, 38 tahun, menghadapi empat dakwaan pencurian rahasia dagang. Pria juga dikenal sebagai Leon Ding ini ditangkap di Newark, California pada Rabu (6/3).
Ia diduga mentransfer informasi rahasia tentang AI dari jaringan Google ke akun pribadi, sambil diam-diam berafiliasi dengan perusahaan teknologi yang berbasis di Cina.
“Departemen Kehakiman tidak akan menoleransi pencurian AI dan teknologi canggih lainnya yang dapat membahayakan keamanan nasional Amerika,” kata Jaksa Agung AS, Merrick Garland dikutip dari The Guardian, Kamis (7/3).
“Kami akan sangat melindungi teknologi sensitif yang dikembangkan di Amerika agar tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak memilikinya,” Garland menambahkan.
Direktur FBI Christopher Wray menilai, penangkapan Ding menggambarkan sejauh mana afiliasi perusahaan-perusahaan yang berbasis di Cina melakukan cara apapun untuk mencuri inovasi Amerika.
“Pencurian teknologi inovatif dan rahasia dagang dari perusahaan-perusahaan Amerika dapat merugikan lapangan kerja, serta mempunyai konsekuensi ekonomi dan keamanan nasional yang buruk,” kata Wray.
Menurut dakwaan, Ding dipekerjakan oleh Google pada 2019 dan terlibat dalam pengembangan perangkat lunak yang digunakan di pusat data superkomputer Google.
Dia diduga mulai mengunggah informasi rahasia Google ke akun cloud pribadi selama Mei 2022 hingga Mei 2023.
File yang dicuri terkait dengan infrastruktur perangkat keras dan platform perangkat lunak yang memungkinkan pusat data superkomputer Google melatih model AI besar melalui mesin pembelajaran alias machine learning.
Pada Juni 2022, Ding didekati oleh kepala eksekutif perusahaan teknologi tahap awal yang berbasis di Cina yakni Beijing Rongshu Lianzhi Technology Co (Rongshu). “Ia ditawari posisi chief technology officer dengan gaji bulanan US$ 14.800,” demikian isi dakwaan.
Beberapa waktu sebelum Mei 2023, Ding mendirikan perusahaan sendiri yang berbasis di Cina yakni Shanghai Zhisuan Technology Co (Zhisuan). Ia menjabat sebagai CEO.
“Ding tidak pernah memberitahu Google tentang afiliasinya dengan Rongshu atau Zhisuan,” menurut dakwaan.
Setelah Ding mengundurkan diri dari Google pada Desember 2023, perusahaan yang berbasis di Mountain View, California menelusuri riwayat aktivitas jaringannya dan menemukan unggahan tidak sah pada Mei 2022 hingga Mei 2023.
“Setelah penyelidikan, kami menemukan bahwa karyawan ini mencuri banyak dokumen. Kami segera menyerahkan kasus ini ke penegak hukum,” kata juru bicara Google Jose Castaneda.
“Kami memiliki perlindungan yang ketat untuk mencegah pencurian informasi komersial rahasia dan rahasia dagang kami,” kata Castaneda. “Kami berterima kasih kepada FBI karena membantu melindungi informasi kami dan akan terus bekerja sama secara erat dengan mereka.”
Ding menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara jika terbukti bersalah dan denda hingga US$ 250.000 untuk setiap dakwaan.
