Analis Tren Indonesia Gelap di Medsos: Didominasi Sentimen Negatif atau Positif?

Kamila Meilina
21 Februari 2025, 15:19
Indonesia Gelap,
X/@aksarakidal
Apa itu Tagar Indonesia Gelap
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Demo Indonesia Gelap digelar sejak 17 Februari hingga hari ini (21/2). Salah satu tuntutan yakni terkait efisiensi anggaran. Berikut tren diskusi terkait isu ini di media sosial.

Unjuk rasa Indonesia Gelap kali ini rencananya diikuti 2.500 mahasiswa. Mereka akan menggelar long march dari Taman Ismail Marzuki atau TIM menuju Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam demo Indonesia Gelap kemarin (20/2), mahasiswa mengungkapkan sembilan tuntutan, di antaranya:

  1. Kaji ulang Inpres No. 1 Tahun 2025
  2. Tranparansi status pembangunan dan pajak rakyat
  3. Evaluasi besar-besaran Makan Bergizi Gratis
  4. Tolak Revisi UU Minerba yang bermasalah
  5. Tolak dwifungsi TNI
  6. Sahkan RUU Perampasan Aset
  7. Tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional
  8. Tolak impunitas dan tuntaskan kasus HAM berat
  9. Tolak cawe-cawe Jokowi dalam pemerintahan Prabowo

Drone Emprit mencatat tagar dan kata kunci ‘Indonesia Gelap’ populer di media sosial. Rinciannya sebagai berikut:

  • X atau Twitter: tagar #IndonesiaGelap digunakan 455 ribu di X per Jumat (21/2) pukul 14.56 WIB. #DarkIndonesia dan #PatungKuda juga populer.

Riset Drone Emprit selama 1 – 18 Februari terkait kata kunci ‘anggaran’ dan ‘apbn’ menunjukkan warganet di X paling ramai mengkritik pemangkasan anggaran yang berdampak pada Aparatur Sipil Negara atau ASN dan karyawan kelas bawah.

Tagar paling banyak digunakan, yaitu #IndonesiaGelap, #PeringatanDarurat, #100hariprabowo, #AnggaranBijakUntukRakyat, dan #EfisiensiUntukBangsa.

Isu utama yang diangkat yakni perlunya pengelolaan anggaran yang lebih bijak dan transparan, dengan alokasi yang tepat untuk sektor vital seperti pendidikan dan kesehatan.

Tagar-tagar itu juga menyoroti kekhawatiran dampak negatif pemangkasan anggaran terhadap kualitas layanan publik dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

Topik-topik paling banyak diberitakan adalah ‘Efisiensi’, ‘Presiden Prabowo Subianto’, ‘Anggaran’, ‘PHK’, dan ‘IKN’.

  • Instagram: unggahan yang banyak disukai warganet soal infokan aksi #IndonesiaGelap di Jakarta, soroti kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai tidak mencerminkan kepentingan rakyat, serta bahas program Makan Bergizi Gratis dan kabinet gemuk pemerintahan Prabowo - Gibran.
  • Facebook: unggahan yang paling banyak disukai, yaitu soal penghematan besar-besaran APBN 2025, memangkas biaya perjalanan dinas luar negeri, serta infokan kebijakan efisiensi anggaran yang jadi sorotan, terutama terkait kemungkinan penghapusan gaji ke-13 dan THR untuk ASN.
  • YouTube: video yang paling banyak ditonton soal Prabowo teriak ‘Monyet-Ndablek’ sambil mengkritik tindakan arogan, serta aksi pemotongan anggaran yang dipertanyakan banyak pihak terkait pelayanan publik dan kebijakan Prabowo dalam memprioritaskan efisiensi.
  • TikTok: video yang paling banyak ditonton soal Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK ratusan pegawai di RRI dan TVRI, dampak kebijakan efisiensi anggaran oleh Presiden Prabowo, serta curahan hati penyiar RRI Ternate, Aiinizzaa, mengenai kebijakan tersebut.

Berikut isu utama yang berkaitan dengan efisiensi anggaran yang dibahas di media sosial:

  • Pemangkasan anggaran pendidikan dan kesehatan, karena dapat berdampak negatif pada kualitas layanan
  • Program Makan Bergizi Gratis, karena menganggap manfaatnya tidak sebanding dengan pemotongan anggaran di sektor-sektor vital lainnya.
  • PHK massal sebagai dampak efisiensi anggaran, seperti TVRI dan RRI
  • Publik menyoroti pengawasan terhadap penggunaan dana ini tidak transparan, tidak jelas, dan ada potensi penyalahgunaan dana hasil efisiensi anggaran yang dialokasikan untuk Danantara
  • Prioritas anggaran yang tidak jelas
  • Protes mahasiswa

Drone Emprit menyimpulkan analisis tren diskusi warganet di media sosial menunjukkan kebijakan efisiensi anggaran memicu respons publik yang kuat. Protes terutama terkait sektor vital seperti pendidikan dan kesehatan, yang dikhawatirkan terkena dampak pemangkasan anggaran.

Meskipun pemerintah berusaha menjelaskan tujuan baik dari kebijakan efisiensi anggaran, media sosial dipenuhi kritik, terutama melalui tagar #IndonesiaGelap dan #PeringatanDarurat,

Di sisi lain, pendukung kebijakan efisiensi anggaran muncul dengan tagar seperti #EfisiensiUntuk Bangsa. Namun jumlahnya jauh lebih sedikit.

Netizen juga mempertanyakan ketidakseimbangan pemangkasan anggaran, terutama dengan anggapan kabinet Pemerintahan Prabowo yang ‘gemuk’ tidak ikut terkena dampak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...