Trump Akan Kurangi Tarif Dagang untuk Cina, Asalkan Mau Jual TikTok

Ringkasan
- Prabowo Subianto tidak berjabat tangan dengan Anies Baswedan usai debat karena merasa tidak didatangi Anies dan keseniorannya diabaikan.
- Selama debat, keduanya saling menyerang, mulai dari isu lahan, persenjataan, hingga utang.
- Prabowo mempertanyakan pemahaman Anies tentang ekonomi dan etika kepemimpinan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bersedia mengurangi tarif dagang untuk Cina, asalkan mau mendorong ByteDance menjual bisnis TikTok di Negeri Paman Sam.
"Sehubungan dengan TikTok, dan Cina harus memainkan peran dalam hal itu, mungkin dalam bentuk persetujuan. Mungkin saya akan memberi mereka sedikit pengurangan tarif atau sesuatu untuk menyelesaikannya," ujar Trump kepada wartawan dikutip dari Reuters, Rabu (26/3).
Trump menambah tarif dagang atas barang dan jasa dari Cina dari 10% menjadi 20% pada awal Maret. Tiongkok membalas dengan mengenakan tarif hinggs 15% terhadap produk pertanian AS per 10 Maret.
Presiden AS itu ingin memanfaatkan kebijakan tarif dagang untuk mendorong kesepakatan penjualan TikTok.
TikTok sempat diblokir di Amerika pada 18 Januari. Hal ini terkait penerapan Undang-undang pelarangan TikTok yang disahkan oleh Presiden AS sebelumnya Joe Biden tahun lalu.
Dalam UU tersebut, perusahaan induk yakni ByteDance diberi waktu 270 hari untuk menjual bisnis TikTok di Amerika. Jika tidak, aplikasi ini akan dilarang dari toko aplikasi dan layanan hosting internet di AS.
Trump yang dilantik pada 20 Januari, segera mengeluarkan perintah eksekutif untuk membatalkan pemblokiran TikTok sementara. Aplikasi video pendek yang diblokir selama 12 jam saat itu pun akhirnya bisa digunakan kembali oleh warga Amerika.
ByteDance memiliki tenggat waktu hingga 5 April untuk menemukan pembeli bisnis TikTok di Amerika non-Cina.