Komdigi Janjikan PDN Cikarang Beroperasi Bulan Ini, Uji Coba Sistem Kemananan
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang menguji aspek keamanan serta kelancaran operasional Pusat Data Nasional (PDN) di Cikarang. Targetnya PDN mulai beroperasi pada Juni ini.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyatakan uji coba stress test PDN bertujuan untuk memastikan seluruh sistem, terutama pada titik-titik kritis (critical point) agar memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Lagi stress test dan juga kita lagi melihat beberapa critical point yang ada di PDN, terutama bagaimana security measurement itu bisa comply dengan yang sudah ditetapkan oleh BSSN,” kata Nezar ditemui usai Opening Ceremony Korea-ASEAN Digital Academy (KADA), di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (5/6).
Menurut Nezar, sebelum dioperasikan secara penuh, PDN harus terlebih dahulu lolos proses clearance terhadap berbagai aspek keamanan.
Hal ini dilakukan untuk menjamin keandalan sistem sekaligus menghindari kesalahan serupa seperti yang terjadi sebelumnya pada proyek Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).
“Kita harus memenuhi standar itu dulu sebelum kita operasikan, karena kan kita sudah punya pengalaman sebelumnya ya dengan PDNS, jadi kita nggak mau mengulangi lagi kesalahan yang sudah pernah terjadi,” katanya.
Stress test sendiri merupakan pengujian yang dilakukan untuk menilai seberapa baik suatu sistem.
Atas proses ini Nezar menyatakan perlunya kehati-hatian dan pemeriksaan yang serius. Uji coba dan pengecekan keamanan diperkirakannya dapat diselesaikan dalam bulan Juni ini, sehingga PDN bisa segera digunakan secara resmi.
Adapun PDN Cikarang, Bekasi yang dibangun sejak 2022 misalnya, didirikan dengan skema G-to-G financing atau lewat bantuan dari Pemerintah Prancis. Pemerintah memperoleh pinjaman 164.679.680 Euro atau Rp 2,7 triliun.
Pusat Data Nasional Cikarang memiliki prosesor 25 ribu cores, memori 200 terabit. Kapasitas penyimpanan maksimal mencapai 40 petabita dan kapasitas listrik 20 megawatt yang bisa dinaikkan menjadi 80 megawatt.
Pusat Data Nasional Cikarang juga akan didukung oleh sistem keamanan internal dan eksternal. Selain itu, dibangun dengan standar Tier 4 atau standar teratas di tingkat global, yang memastikan jaringan uninterrupted atau tidak terputus serta menggunakan water cooling system standar dunia.
Area di sekitar Pusat Data Nasional juga akan difokuskan untuk penyediaan layanan komputasi awan alias cloud computing dan industri tingkat tinggi.
