Spesifikasi Rudal Ultra-berat Iran Sejjil yang Libas Israel, Nama Dari Al-qur’an
Iran meluncurkan rudal balistik jarak menengah, Sejjil, ke Israel untuk pertama kalinya. Nama rudal ultra-berat ini diambil dari Al-qur’an.
"Rudal Sejjil jarak jauh ultra-berat dua tahap ditembakkan ke Israel," kata Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dikutip dari kantor berita Iran Tasnim News, Kamis (19/6). Serangan ini merupakan bagian gelombang ke-13 Operasi 'True Promise 3'.
"Rudal Sejjil, yang menggunakan bahan bakar padat dan memiliki kemampuan jarak jauh, merupakan salah satu senjata strategis Iran yang paling akurat dan kuat. Rudal ini memiliki kemampuan untuk menembus dan menghancurkan target musuh yang kritis," tulis kedutaan besar Iran di India di X, mengutip pernyataan dari IRGC, dikutip dari Hindustan Times, Kamis (19/6).
Spesifikasi Rudal Sejjil Iran
Sejjil‑2 Iran adalah rudal balistik berbahan bakar padat atau Medium-range ballistic missile (MRBM) dua tahap dengan perkiraan jangkauan sekitar 2.000 kilometer dan kapasitas muatan sekitar 700 kilogram.
Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), rudal tersebut berukuran panjang sekitar 18 meter, diameter 1,25 meter, dan berat sekitar 23.600 kilogram.
Desain propelan padatnya memberinya keunggulan strategis, yang memungkinkan persiapan dan peluncuran lebih cepat dibandingkan dengan sistem berbahan bakar cair lama seperti seri Shahab. Bahan hulu ledaknya nuklir.
Pengembangan Rudal Sejjil Iran
Menurut CSIS, Pengembangan rudal Sejjil kemungkinan dimulai pada akhir 1990-an, tetapi diduga merupakan pengembangan rudal Iran sebelumnya, terutama SRBM Zelzal.
Penggunaan propelan padat, khususnya, disebabkan oleh kemajuan teknologi bahan bakar yang dibuat bersamaan dengan program Zelzal selama 1990-an, yang pengembangannya didukung Cina.
Beberapa spekulasi mengaitkan rudal Sejjil Iran dengan DF-11 dan DF-15 Cina. Akan tetapi, ukuran dan spesifikasi rudal ini unik. Tidak seperti sistem Iran sebelumnya, CSIS menilai rudal Sejjil bukan salinan dari rudal Korea Utara yang dirilis sebelumnya.
Meskipun rudal Sejjil memiliki ukuran, berat, dan jangkauan yang sama dengan varian Shahab 3, penggunaan propelan padat merupakan peningkatan besar pada desain. Propelan padat memungkinkan waktu peluncuran yang lebih cepat, sehingga rudal tidak terlalu rentan saat melesat.
Rudal propelan padat tidak harus diisi bahan bakar segera sebelum peluncuran, sehingga lebih mudah diangkut. Di sisi lain, rudal propelan padat memiliki karakteristik kinerja tertentu yang membuatnya lebih sulit untuk dipandu dan dikendalikan. Para insinyur Iran mengatasi rintangan ini, diduga dengan memodifikasi sistem pemandu Shahab dan/atau menerima bantuan asing yang cukup besar.
Peluncuran uji coba pertama rudal Sejjil terjadi pada 2008. Rudal ini dilaporkan terbang sejauh 800 kilometer.
Peluncuran kedua dilakukan pada Mei 2009 untuk menguji sistem navigasi dan panduan yang lebih baik. Empat uji terbang lainnya telah dilakukan sejak 2009, dengan uji terbang keenam sejauh sekitar 1.900 km ke Samudra Hindia.
Setelah sekitar satu dekade tidak aktif, Sejjil muncul kembali pada 2021 ketika Iran meluncurkannya sebagai bagian dari latihan militer Great Prophet 15 Januari. Rekaman baru dari pengujian ini menunjukkan bahwa Iran telah menggabungkan sistem pemandu yang ditingkatkan pada Sejjil, termasuk sistem pemandu 'tali bawah' yang kokoh dan bilah jet baru yang diadaptasi dari Ghadr.
Nama Sejjil Diambil dari Al-qur’an
Dikutip dari NBC News, nama rudal Sejjil diambil dari kata 'sajjil' yang berarti 'tanah liat yang dipanggang'. Kata ini merujuk pada kisah dalam Al-Quran, kitab suci Islam, khususnya surah Al-Fil ayat 4. Ayat ini menjelaskan kisah tentang burung-burung yang dikirim oleh Tuhan mengusir pasukan musuh yang menyerang kota suci Mekkah dengan cara melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dipanggang.

