Ganti 1.000 Pegawai Pensiun Pakai Robot dan Mitra, Pos Indonesia Hemat Biaya 42%

Desy Setyowati
7 Juli 2025, 13:15
Robot PT Pos Indonesia,
YouTube Pos Indonesia
Robot PT Pos Indonesia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pos Indonesia menghemat anggaran 42% dari penggunaan robot dan kecerdasan buatan alias AI. Perusahaan berpelat merah ini menggantikan 1.000 karyawan yang pensiun dengan teknologi dan mitra.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Pos Indonesia Prasabri Pesti menjelaskan sistem robotik dan AI dimanfaatkan dalam proses pemilahan (sorting) dan pelabelan barang (labelling). “Implementasi ini berhasil mendorong efisiensi hingga 42%," kata dia dalam keterangan pers, Sabtu (5/7).

Pos Indonesia mengimplementasikan robotic sorting sejak 2023. Proses pemilahan paket berdasarkan kelompok tujuan.

Implementasi robot sorting dan auto labelling juga berdampak terhadap perbaikan dalam ketepatan waktu pengiriman.

Pasabri memaparkan saat ini porsi pendapatan dari portofolio logistik Pos Indonesia semakin meningkat, dari hanya 12% pada 2022, menjadi 41% akhir tahun lalu. Hal ini menunjukkan adanya penguatan ketepatan dan kecepatan proses pemilahan dan pelabelan, hingga pengiriman barang.

Penggunaan robot mesin pemilahan menciptakan efisiensi sumber daya manusia hingga 30%, dan mempercepat kecepatan pemilahan hingga 2,5 kali dibandingkan secara manual.

Saat ini, PT Pos menggunakan 150 robot sortir di Jakarta, Surabaya dan segera menyusul di Yogyakarta. Ratusan robot ini dapat menangani pemilahan 18 ribu paket per jam dengan error rate 0,7 pm atau per million.

"Kami akan terus melakukan otomatisasi di semua lini yang disesuaikan dengan roadmap sumber daya manusia, karena harus ada tahapan persiapan pengalihan tugas pegawai yang semula melakukan sorting dan labeling ke bidang tugas baru," ujar Prasabri.

Menurut Prasabri, faktor kunci lain untuk menciptakan efisiensi yakni penggunaan kendaraan listrik, baik untuk roda empat maupun roda dua. Saat ini, Pos Indonesia memiliki 1.200 lebih armada roda empat dan lebih dari 13.000 armada sepeda motor.

Penerapan mobil dan motor listrik berdasarkan evaluasi dapat menekan biaya hampir 40%. Namun, aspek yang dipertimbangkan secara ketat yakni mencari kendaraan listrik yang memiliki daya tahan baik untuk penggunaan harian yang tinggi.

Pos Indonesia berencana mengonversi seluruh armada menjadi 100% berbasis listrik. Konversi akan dilakukan secara bertahap mulai 2030.

"Dengan menggunakan kendaraan listrik, efisiensi yang dihasilkan dapat menekan biaya bahan bakar hingga 70% dan biaya pemeliharaan kendaraan hingga 30%," kata Prasabri.

Pos Indonesia Gantikan Karyawan dengan Robot dan Mitra

Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan terdapat lebih dari 1.000 karyawan yang pensiun. Namun demikian, BUMN ini memutuskan hanya mengganti 10% atau sekitar 100 - 150 di antaranya dengan karyawan baru.

Perusahaan logistik itu akan menjalin kemitraan dengan pihak ketiga sebagai upaya efisiensi. Beberapa bidang yang akan diganti dengan kemitraan antara lain penjaga loket serta pengantar logistik.

"Sekitar 100 - 150 orang yang kami rekrut langsung, yang sarjana. Karyawan seperti penjaga loket dan pengantaran paket (kurir), kami ganti dengan kemitraan. Jadi polanya bukan karyawan tetap atau kontrak, tetapi melalui kemitraan. Ini sangat efektif dan itu yang menyelamatkan kami," ujar Faizal usai menghadiri acara bertajuk ‘Book Talk & Ngopi Sore’ di Jakarta, pada Juni tahun lalu.

Ia menjelaskan investasi pada robotik dan digitalisasi membutuhkan biaya yang sangat besar. Namun, hal ini akan membuat perusahaan bertahan untuk jangka waktu yang panjang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...