Apa Itu Gelombang Rossby Penyebab Banjir Bali?

Kamila Meilina
11 September 2025, 11:56
gelombang rosseby, banjir Bali,
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.
Petugas mengevakuasi wisatawan mancanegara yang terjebak banjir di kawasan Kuta, Badung, Bali, Rabu (10/9/2025). Sejumlah wisatawan mancanegara dievakuasi petugas dari sejumlah lokasi di kawasan pariwisata itu karena terendam banjir yang disebabkan hujan yang mengguyur wilayah Bali sejak Selasa (9/9).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bencana banjir di Bali dan Nusa Tenggara Barat atau NTB menyebabkan sembilan orang meninggal dunia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyebut salah satu pemicunya yakni gelombang ekuatorial Rossby yang tengah aktif di sekitar wilayah Indonesia.

Gelombang Rossby atau disebut juga planetary waves, adalah gelombang raksasa yang terbentuk karena rotasi bumi dan distribusi massa udara di atmosfer. Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh Carl-Gustaf Rossby, seorang meteorolog asal Swedia, pada 1930-an.

Menurut situs Layanan Cuaca Nasional atau National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA Amerika Serikat, Rossby waves merupakan mekanisme alami yang menjaga keseimbangan atmosfer. Gelombang ini memindahkan panas dari daerah tropis menuju kutub dan membawa udara dingin dari kutub ke wilayah tropis.

Ciri utama Gelombang Rossby:

  • Berukuran sangat besar, bisa membentang ratusan hingga ribuan kilometer.
  • Bergerak lambat ke arah barat.
  • Menentukan pola cuaca global, termasuk musim hujan, badai tropis hingga kekeringan.

Gelombang Rossby terbagi menjadi dua jenis, yakni gelombang Rossby laut dan gelombang Rossby atmosfer. 

Gelombang Rossby samudera berbeda dari gelombang permukaan laut yang biasa terlihat mata. Ini merupakan gerakan massa air yang sangat besar, membentang horizontal sejauh ratusan hingga ribuan kilometer ke arah barat. 

Gelombang ini bisa memengaruhi pasang surut, banjir pesisir hingga perubahan iklim global, sama seperti fenomena lain seperti kenaikan permukaan laut, Raja Pasang, dan El Niño.

Pergerakan vertikal gelombang ini tidak terlalu terlihat di permukaan laut. Rata-rata permukaan hanya bergerak sekitar 10 sentimeter. Namun di lapisan termoklin, atau perbatasan antara laut hangat di atas dan laut dingin di bawah, pergerakan yang sama bisa mencapai lebih dari 90 meter. Hal ini sulit dideteksi oleh mata manusia, sehingga para ilmuwan menggunakan satelit untuk memantau keberadaan gelombang raksasa ini.

Selain di laut, gelombang Rossby terbentuk di atmosfer. Menurut NOAA, gelombang atmosfer Rossby muncul akibat bentuk dan geografi Bumi. Gelombang ini membantu memindahkan panas dari daerah tropis menuju kutub, sekaligus membawa udara dingin dari kutub ke arah tropis. 

Gelombang Rossby Jadi Faktor Cuaca dan Banjir di Bali 

Di wilayah ekuator, seperti Indonesia, Rossby waves dapat memicu peningkatan pembentukan awan konvektif. Awan ini terbentuk akibat udara hangat dan lembap yang naik ke atmosfer, lalu mendingin dan berubah menjadi hujan lebat.

Menurut BBMKG, Wilayah III Denpasar, gelombang ekuatorial Rossby atau Rossby Ekuator adalah gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sekitar ekuator.

BMKG mencatat suhu muka laut di selatan Bali mencapai 28–29°C dan kelembapan udara tinggi hingga lapisan 500 mb. Kondisi ini membuat udara semakin lembap dan mudah terangkat. Akibatnya, saat Rossby waves aktif, hujan deras turun dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.

BBMKG Wilayah III Denpasar juga memperkirakan kondisi tersebut diprediksi terjadi hingga hari ini dan hari berikutnya tren curah hujan diprediksi akan menurun.

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Berlanjut di Bali 

Di banyak lokasi, warga melaporkan ketinggian air mencapai dada hingga kepala orang dewasa, merendam perumahan dan membuat puluhan jalan tidak dapat dilalui.

BMKG memperingatkan adanya potensi hujan lebat lanjutan di Bali dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta tetap waspada, memantau informasi resmi, serta menggunakan PetaBencana.id untuk berbagi dan mengakses informasi banjir secara real-time.

“Kejadian hari ini menunjukkan betapa cepatnya kondisi bisa berubah,” kata Nashin Mahtani, Direktur Yayasan Peta Bencana, dalam keterangan pers, Rabu (10/9).

Ia mendorong semua orang untuk menggunakan platform ini, melaporkan banjir di sekitar rumah, dan memeriksa peta sebelum bepergian untuk menjaga keselamatan. 

"Setiap laporan adalah tindakan solidaritas; bersama-sama kita memiliki kekuatan untuk melindungi keluarga dan saling membantu," ujarnya.

Warga di seluruh Indonesia dapat mengirim laporan bencana secara anonim dengan mengirim pesan WhatsApp ke +62-8584-BENCANA +62-8584-2362262 atau bit.ly/BencanaBotWA). Laporan juga dapat dikirim melalui Facebook Messenger (@petabencana), Telegram (@bencanabot), atau cek langsung https://petabencana.id untuk informasi bencana terkini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina, Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...