Ericsson Gelar Hackathon 2025 Lomba AI dan 5G Hadiah Rp 190 Juta, Ini Cara Dafta

Kamila Meilina
19 September 2025, 07:00
Ericsson Hackaton 2025, lomba ai, lomba 5g,
Ericsson
Ericsson Hackaton 2025
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ericsson kembali menggelar Hackathon 2025 dengan total hadiah Rp 190 juta. Kali ini, lomba yang digelar terkait 5G dan AI.

Lomba itu terbuka bagi mahasiswa, calon pendiri startup hingga profesional muda. Kompetisi ini digelar untuk menjaring talenta digital dalam mengembangkan solusi teknologi berbasis infrastruktur 5G dan AI.

Para peserta yang terpilih untuk berkompetisi mendapatkan kesempatan untuk menjalani sesi pembinaan bersama mentor yang disiapkan. Kemudian, mereka akan mempresentasikan proyek selama masa pendampingan tersebut untuk dipilih menjadi pemenang. 

Dalam penyelenggaraannya, Ericsson menggandeng Pusat Industri Digital 4.0 atau PIDI 4.0, Kementerian Perindustrian atau Kemenperin, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi, serta perusahaan swasta Qualcomm. 

President Director Ericsson Indonesia, Singapore, Philippines, and Brunei, Daniel Ode menyampaikan Hackaton 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana untuk mendorong inovasi. 

“Kami ingin membuka ruang bagi generasi muda Indonesia untuk berkreasi dan melahirkan solusi nyata,” ujarnl Daniel dalam acara Kick Off Press Conference Ericsson Hackathon 2025, di Jakarta Selatan, Kamis (18/9).

Hackathon 2025 terbuka untuk Mahasiswa dari perguruan tinggi terakreditasi, Startup tahap awal (Pre-Series A), dan Profesional muda di bidang teknologi maupun bisnis. 

Format tim terdiri dari tiga sampai empat orang, dengan peran yang dianjurkan meliputi:

  • Hacker, yakni pengembang atau ahli teknis
  • Hustler, yakni pebisnis atau manajer proyek
  • Hipster, yakni kreatif seperti desainer UI/UX atau pemasaran

Keragaman dalam tim, baik dari sisi keahlian maupun latar belakang, ditekankan untuk mendorong lahirnya ide-ide inovatif.

Beberapa prototipe yang diharapkan lahir dari Hackathon 2025 antara lain:

  • Sistem predictive maintenance berbasis AI di perangkat edge dengan chipset Qualcomm
  • Computer vision untuk deteksi cacat produk secara real time lewat jaringan 5G
  • Robot otonom yang dikendalikan lewat jaringan 5G berlatensi rendah
  • Supply chain dinamis dengan pengambilan keputusan otomatis berbasis AI

Masyarakat bisa mendaftar melalui tautan atau link berikut  www.ericsson.com/indonesia-hackathon. Pendaftaran dibuka selama 17 September sampai 17 Oktober. 

Director & Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia Ronni Nurmal menjelaskan setelah pendaftaran ditutup, peserta atau tim terpilih akan mendapatkan pendampingan alias mentoring dari sejumlah pakar di dunia industri seperti Komdigi dan Kemenperin. 

“Sebab, mereka sudah tahu apa saja tantangan yang biasanya muncul dan bagaimana cara terbaik memasarkan solusi tersebut,” kata Ronni. 

Ia juga menjelaskan, melalui program ini para peserta mendapatkan akses serta kesempatan untuk berjejaring dengan para mitra industri hingga pemodal ventura.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...