Akun Bjorka Klaim Punya 128 Juta Data Nomor HP, Ahli IT Sebut Ini Kasus Lama

Kamila Meilina
22 Oktober 2025, 07:15
Akun Bjorka jual 128 juta data simcard, Komdigi,
Akun TikTok Hens4308
Akun Bjorka di dark web membagikan data simcard
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Akun di dark forum dengan nama Bjorkaisme mengklaim dirinya memiliki 128 juta data simcard penduduk Indonesia. Ahli IT menyebut hal ini merupakan kasus lama .

Data yang dibagikan oleh akun Bjorka di dark web itu berformat .SQL. Hal ini pertama kali diungkapkan oleh akun TikTok @hens4308.

Berdasarkan tangkapan layar alias screenshot yang diunggah di TikTok itu, akun bernama Bjorka itu sudah terdaftar sejak dua tahun lalu. Namun tak diketahui apakah nama akunnya berubah-ubah atau tidak.

Tertulis bahwa 128 juta data simcard atau nomor HP itu berkapasitas 26 GB, dan 8GB setelah dikecilkan ukurannya alias compressed.

Data yang diunggah berupa Nomor Induk Kependudukan atau NIK, nomor ponsel, nama operator seluler hingga tanggal registrasi kartu.

Akun TikTok itu juga menyebut kontak politikus Roy Suryo termasuk yang dibagikan oleh akun Bjorka di dark forum.

Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan kebocoran data simcard atau nomor HP merupakan kasus lama.

"Itu data lama yang bocor. Bukan tidak valid, tetapi data yang sudah bocor di daur ulang seakan-akan bocor. Padahal sebelumnya memang sudah bocor," kata Alfons kepada Katadata.co.id, Selasa (21/10). "Aneh isu ini diulang-ulang."

Pada 2022, pengguna Twitter membagikan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa 1,3 miliar data pendaftaran Simcard atau kartu ponsel di Indonesia bocor.

Data yang diduga bocor itu meliputi NIK, nomor telepon, nama penyedia layanan atau provider, dan tanggal pendaftaran. Penjual menyatakan bahwa data ini didapatkan dari Kominfo, yang kini bernama Komdigi.

Kapasitas data yang diduga bocor itu mencapai 87 GB. Tidak jelas berapa harga dari informasi yang diduga bocor ini.

Namun, penjual dengan nama akun @Bjorka itu menuliskan angka US$ 50 ribu. Ia juga hanya menerima pembayaran menggunakan kripto bitcoin dan ethereum.

Semuel Abrijani Pangerapan, yang pada 2022 menjabat Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo mengatakan, 15% - 20% sampel dari 1,3 miliar data Simcard ponsel yang diduga bocor merupakan valid.

Ia mengatakan kebocoran itu merupakan kesalahan penyelenggara. Namun ia tidak memerinci penyelenggara yang dimaksud.

Sedangkan ahli informasi dan teknologi sebelumnya mengatakan, ada tiga pihak yang semestinya mengelola data Simcard ponsel yakni Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kominfo, dan operator seluler.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...